detikcom
Jumat, 22/06/2012 00:51 WIB

Ibu Korban Fokker Serka Wahyudi Shock & Pingsan Melihat Jasad Anaknya

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Jakarta - Kecelakaan yang menimpa pesawat Fokker 27 di Halim sangat memukul perasaan sanak keluarga yang anggotanya menjadi korban musibah tersebut. Seorang perempuan paruh baya yang diduga sebagai ibunda dari Serka Wahyudi terlihat sangat histeris ketika melihat jasad anaknya terbaring dalam peti jenazah.

Pantauan detikcom, Kamis (21/6/2012) pukul 23.50 WIB, perempuan paruh baya itu terdengar memanggil nama 'Wahyudi' berulang-ulang sambil menangis histeris di hanggar squadron 2 Lanud Halim Perdanakusumah. Perempuan itu tiba-tiba terjatuh dan pingsan. Sanak keluarga yang lain langsung membopongnya menuju sebuah ruangan di Hanggar tersebut.

Sementara itu, sejumlah karangan bunga duka cita juga terlihat mengelilingi hanggar tersebut. Salah satunya ialah karangan bunga dari Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro yang bertuliskan 'Turut Berduka' dengan warna hitam.

Sebelumnya, pesawat Fokker 27 milik TNI AU jatuh di Kompleks Rajawali, Halim Perdanakusumah, Kamis (21/6) pukul 14.45 WIB. 10 Orang dinyatakan tewas dan 12 lainnya mengalami luka-luka.

7 orang tentara yang tewas adalah:

1. Mayor Pnb Heri Setiawan
2. Kapten Teknisi Agus Supriadi
3. Letda Pnb Ahmad Syahroni
4. Serma Sihmulato
5. Serka Wahyudi
6. Sertu Purwo Adianto
7. Lettu Paulus Adi Prakoso

Pesawat itu bernomor register A 2708 buatan tahun 1977. Pesawat nahas itu dipiloti Mayor Pnb Heri Setiawan dan kopilot Lettu Paulus. Pesawat jatuh saat latihan rutin untuk menguji instrumen pesawat.



Ikuti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di "Reportase Sore", Pukul 16.30 WIB, Hanya di TRANS TV

(rvk/rmd)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
34%
Kontra
66%