detikcom
Kamis, 21/06/2012 17:11 WIB

Benda Jatuh dari Langit di Balaraja Mirip Palu Thor

Moksa Hutasoit - detikNews
foto: Dikhy Sasra
Jakarta - Lapan dan Bapeten memastikan benda yang jatuh dari langit lalu menimpa sebuah bengkel las di Balaraja, Tangerang, bukan meteorit maupun sampah antariksa. Benda tersebut terlihat berbahan besi dengan bentuk yang mirip kepala palu raksasa.

"Sepertinya barang cetakan. Apakah murni besi atau tidak, saya tidak tahu," kata Kepala Pusat Sains Antariksa Lapan, Clara Yono Yatini, di kejadian di Jl Serang, Nagrek, Balaraja, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (21/6/2012).

Untuk memeriksa benda tersebut, Clara turun langsung ke dalam lubang sedalam setengah meter dengan diameter hampir satu meter yang merupakan tempat mendarat benda misterius itu. Dengan menggunakan sarung tangan khusus, Clara mengidentifikasi benda yang berwarna hitam pekat itu.

Clara mencoba memegang bagian benda yang mirip menyerupai besi tersebut. Setelah tanah itu dibersihkan sebagian, terlihat jelas jika benda tersebut cukup besar. Benda tersebut berukuran sekitar 60x20 cm. Sekilas benda itu mirip dengan palu raksasa.

"Itu bukan meteorit maupun sampah antariksa. Tidak ada tingkat radiasi di sekitar kamar," ujarnya.

Karena bukan benda luar angkasa, pihak Lapan dan Bapeten, menyerahkan sepenuhnya kasus ini ke polisi. Termasuk soal pengangkatan benda tersebut.
Thor adalah salah seorang tokoh superhero dalam serial komik The Avengers terbitan Marvel, AS. Dia digambarkan sebagai keturunan suku pengelana Viking sebagai pria berperawakan tinggi besar dengan rambut berkepang dua.

Di dalam aksinya memberantas kejahatan, Thor bersenjatakan sebuah palu raksasa. Bila diacungkan, palu tersebut mengundang datangnya petir sehingga Thor juga digambarkan sebagai titisan Dewa Petir.
(lh/lh)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel