Kamis, 21/06/2012 14:27 WIB
Dituding BNPT Sebagai Kantong Terorisme, Ponpes Ngruki: Itu Fitnah!
Dalam rilis yang disampaikan kepada wartawan di Solo, Kamis (21/6/2012) disebutkan bahwa dari pemetaan BNPT, Solo merupakan salah satu dari 12 wilayah yang terdeteksi sebagai kantong jaringan terorisme. Berbagai hubungan dapat diungkap mulai dari keberadaan Pesantren Ngruki yang masih berada dalam pengaruh dakwa Abu Bakar Ba'asyir, yang disebut sebagai residivis terorisme.
Solo juga disebut sebagai pusat desiminasi dan propaganda ideologi terorisme, seperti maraknya penerbitan buku milik para pelaku terorisme dan keberadaan Radio Dakwah Syariah (RDS) yang dinilai terus-menerus menyuarakan propaganda kontra program deradikalisasi. Indikasi lainnya adalah bom bunuh diri di gereja GBIS di Solo yang mendapat dukungan Tim Hisbah Solo dan jaringan terorisme di Cirebon.
"Kita masih terus melakukan pemantauan dan pengamatan. Terhadap radio itu (RDS -red) kami terus melakukan pemantauan. Nantinya kita akan melakukan koordinasi juga dengan Kementerian Kominfo untuk penangangannya. Selain itu juga kami mengamati situs arrahmah.com di internet," ujar Direktur Penindakan BNPT, Brigjen (Pol) Petrus R Golose, kepada wartawan di sela-sela memimpin rakor kesiapsiagaan dan penanganan krisis dalam penanggulangan terorisme, di Markas Kopassus Grup 2, Kandang Menjangan, Kartasura, Sukorharjo, Kamis (21/6/2012).
Menanggapi rilis tersebut Abdul Rochim Ba'asyir, putra Abu Bakar Ba'asyir, yang juga penanggungjawab program siaran RDS balik menuding BNPT sebagai institusi yang gemar menebar fitnah demi mendapatkan proyek pemberantasan terorisme yang diyakininya mendapat dana cukup besar dari pihak asing yang berkepentingan dalam pemberangusan dunia Islam.
"Beraninya hanya menebar fitnah seperti itu. Kalau BNPT bekerja dengan tulus, seharusnya mereka berani datang ke Ngruki atau bertemu pengelola RDS yang mereka tuding sebagai jaringan terorisme itu. Buktinya sampai sekarang tidak berani datang, bertemu saja mereka tidak mau kok. Itu kan konyol, nuding-nuding tetapi tidak berani klarifikasi. Amat disayangkan negara ini dikelola oleh tukang fitnah seperti itu," ujar lelaki yang akrab disapa Iim tersebut saat dimintai tanggapannya.
Dia lalu memaparkan semua tudingan yang diarahkan kepada ayahnya, Pesantren Ngruki, maupun radio yang dikelolanya adalah bagian dari skenario BNPT untuk mencari kambing hitam. Padahal, menurut, Iim, aksi terorisme yang terjadi saat ini adalah desain aparat sendiri dengan melibatkan intelijennya, namun kemudian diarahkan kepada pihak lain yang memang selalu diopinikan sebagai pelaku. Pola itu, kata Iim, persis seperti yang dilakukan oleh Orde Baru.
"Pada peristiwa yang dulu dinamai 'komando jihad', terungkap didalangi oleh Ali Murtopo, lalu para aktivis muslim dituding dan ditangkapi. Sekarang juga begitu, kejadiannya atas provokasi mereka sendiri. Ustadz Abu Bakar Ba'asyir dikait-kaitkan hanya karena ada orang yang pernah ngaji ke beliau. Dalam kasus pelatihan di Aceh hanya karena pengakuan Sofyan Tsauri. Kita semua tahu dia aparat yang disusupkan dan sekarang ditahan dimana juga tidak ada yang tahu," ujar Iim.
"Khusus tentang RDS, terlalu berlebihan kalau radio kami disebut menyebarkan ideologi mendukung terorisme. Radio itu kan terbuka. Siapa saja boleh mendengarkan atau meninggalkan. Kalau memang tidak suka, ya sudah, dimatikan atau dipindahkan ke chanel lainnya. Sehingga kami menilai mereka memaksakan kehendak untuk menuding orang demi mendapatkan proyek besar dari kasus terorisme," lanjutnya.
(mbr/try)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Alat Pemantau Gempa di Gunung Dicuri, Keselamatan Masyarakat Terancam
809 share this. -
Istri Fathanah Sefti Kini Banjir Job Main FTV
642 share this. -
Polisi Gagalkan Upaya Penyelundupan 170 Kg Ganja di Aceh
515 share this. -
Awasi Dana Parpol, KPU Siap Kerjasama dengan PPATK
503 share this. -
Alat Pemantau Gempa di Gunung Bromo Hingga Merapi Juga Pernah Dicuri
493 share this.
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru
Indeks Berita ยป
-
Kamis, 23/05/2013 11:23 WIB
Tanggapi Fahri Hamzah, PD: Silakan PKS Keluar Dari Koalisi
-
Kamis, 23/05/2013 11:20 WIB
Guru Olahraga di Cirebon Dibekuk karena Jadi Anggota Geng Motor
-
Kamis, 23/05/2013 11:19 WIB
Gagalkan Aksi Perkosaan, 3 Siswa SMP Heroik Banjir Hadiah
-
Kamis, 23/05/2013 11:18 WIB
Hidayat: Di Majelis Syuro Ada Wacana Keluar dari Koalisi Setgab
-
Kamis, 23/05/2013 11:15 WIB
Puluhan Polisi yang Keracunan Nasi Kotak Mulai Membaik
-
Kamis, 23/05/2013 11:02 WIB
Darin Mumtazah Jadi Kembang di Sekolah, Disukai Banyak Cowok
-
Kamis, 23/05/2013 10:39 WIB
Sedalam Apa Hubungan Darin-Luthfi? Ini 4 Jawaban Elite PKS
-
Kamis, 23/05/2013 10:05 WIB
Seorang Penyebar Ranjau Paku Dihajar Massa di Flyover Roxy
-
Kamis, 23/05/2013 10:31 WIB
Darin Mumtazah Pernah Hendak Dijemput KPK di Sekolah
-
Kamis, 23/05/2013 10:46 WIB
Kepsek SMK Darin Mumtazah: Siswa Dilarang Menikah
-
Kamis, 23/05/2013 10:53 WIB
Ahok akan Cabut Rumah Dinas Lurah-Camat, Diubah Jadi Taman
-
Kamis, 23/05/2013 10:43 WIB
Tentara Inggris Dipenggal, Ratusan Warga Gelar Demo Anti-Islam
-
Kamis, 23/05/2013 09:39 WIB
Sefti Kenali Beberapa Perempuan yang Menerima Dana dari Fathanah
-
560 Komentar
-
362 Komentar
-
229 Komentar
-
218 Komentar
-
215 Komentar
-
211 Komentar
-
162 Komentar
-
146 Komentar
-
Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
ProKontra
Index »
Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal
Pro
Kontra
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,844.000
- Rp .000
MustRead
close
-
Kamis, 23/05/2013 09:23 WIB
Darin Mumtazah Diungsikan Ibunda ke Cirebon?
-
Kamis, 23/05/2013 09:00 WIB
KPAI Beri Penghargaan 3 Pahlawan Cilik yang Gagalkan Upaya Pemerkosaan
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








_5.gif)






Made Tantrawan (21), mahasiswa Fakultas MIPA UGM memiliki catatan prestasi yang luar biasa. Ia menjadi langganan juara olimpiade internasional dan kini lulus dengan sempurna. Apa resepnya?
Pembubaran partai politik memang dimungkinkan, namun masih utopis. Akhir-akhir ini, wacana pembubaran partai politik korup kembali menguat. Setidaknya ada tiga momentum yang mendorong wacana publik ini semakin menguat.
