Kamis, 21/06/2012 08:00 WIB

Tembak 3 WNI, Malaysia Lakukan Pelangggaran HAM Berat

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Jakarta - Tindakan aparat Malaysia yang menembak 3 warga negara Indonesia (WNI) di Selangor
terus menuai kecaman. Anggota Komisi IX DPR RI Poempida Hidayatulloh menilai tindakan Malaysia tersebut sebagai pelanggaran HAM berat.

“Saya meminta pemerintah RI untuk segera memberikan sanksi politik terhadap pihak Malaysia dan memproses secara hukum tindakan-tindakan yang menurut sudut pandang saya terjadi pelanggaran HAM berat,” ujar Poempida saat dihubungi detikcom, Kamis (21/6/2012).

Menurut Poempida, pemerintah harus segera bertindak, untuk mencegah hal serupa terjadi lagi. Poempida juga berpendapat agar pemerintah segera menghentikan pengiriman TKI ke Malaysia.

“Pemerintah harus segera memulangkan TKI di Malaysia sebagai tindakan protes keras bagi pemerintah Malaysia,” tegasnya.

Sebelumnya Poempida juga sudah menyurati Kemenlu RI tentang kejadian penembakan yangh terjadi pada bulan April dan meminta klarifikasi sampai sejauh mana pihak KBRI di Malaysia menyiapkan tim advokasi untuk kasus penembakan yang terjadi bulan april lalu.

“Sampai saat ini belum ada respon dari KBRI di Malaysia dalam isu terkait,” ujarnya.

Hal ini terjadi dikarenakan memang pada kejadian sebelumnya tidak adanya tindakan yang keras dari pemerintah Indonesia.

“Tiadanya tindakan pemerintah RI tidak memberikan efek peringatan yang membuat jera pihak Malaysia,” tukasnya.

(fiq/fdn)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
      Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
      Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    67%
    Kontra
    33%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel