detikcom
Kamis, 21/06/2012 06:17 WIB

Wakil Menag: Pengadaan Alquran Tak Dikorupsi

Ferdinan - detikNews
Jakarta - Wakil Menteri Agama, Nasaruddin Umar yakin proyek pengadaan Alquran tak dikorupsi. Dia memastikan setiap proyek pengadaan di kementeriannya dilakukan sesuai aturan yang berlaku.

"Proyek ini berjalan biasa, menurut saya tidak ada korupsi. Karena saya berkali-kali mengingatkan di setiap proyek pengadaan agar dilakukan benar," kata Nasaruddin saat dihubungi detikcom, Rabu (20/6/2012) malam.

Nasaruddin menjelaskan, proyek pengadaan Alquran rutin dilakukan setiap tahunnya. "Setiap tahun ada pengadaannya,karena potensi kebutuhan Alquran 2 juta buah per tahun," sebut dia.

Dugaan korupsi pengadaan Alquran tengah diselidiki Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ketua KPK Abraham Samad menyebut dugaan korupsi ini terjadi saat Nasaruddin menjabat sebagai Dirjen Bina Masyarakat Agama Islam. "Kami punya bukti kuat," kata Samad, kemarin di Gedung DPR.

Nasaruddin sendiri mengaku terkejut dengan informasi dari KPK ini. Dia akan menanyakan pelaksanaan proyek pengadaan ini ke Direktur Urusan Agama Islam Kemenag.

"Waktu itu setahu saya ada proyek itu, tapi saya enggak tahu detil di tingkat teknisnya," tuturnya.


Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(fdn/fdn)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
61%
Kontra
39%