Kamis, 21/06/2012 06:17 WIB

Wakil Menag: Pengadaan Alquran Tak Dikorupsi

Ferdinan - detikNews
Jakarta - Wakil Menteri Agama, Nasaruddin Umar yakin proyek pengadaan Alquran tak dikorupsi. Dia memastikan setiap proyek pengadaan di kementeriannya dilakukan sesuai aturan yang berlaku.

"Proyek ini berjalan biasa, menurut saya tidak ada korupsi. Karena saya berkali-kali mengingatkan di setiap proyek pengadaan agar dilakukan benar," kata Nasaruddin saat dihubungi detikcom, Rabu (20/6/2012) malam.

Nasaruddin menjelaskan, proyek pengadaan Alquran rutin dilakukan setiap tahunnya. "Setiap tahun ada pengadaannya,karena potensi kebutuhan Alquran 2 juta buah per tahun," sebut dia.

Dugaan korupsi pengadaan Alquran tengah diselidiki Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ketua KPK Abraham Samad menyebut dugaan korupsi ini terjadi saat Nasaruddin menjabat sebagai Dirjen Bina Masyarakat Agama Islam. "Kami punya bukti kuat," kata Samad, kemarin di Gedung DPR.

Nasaruddin sendiri mengaku terkejut dengan informasi dari KPK ini. Dia akan menanyakan pelaksanaan proyek pengadaan ini ke Direktur Urusan Agama Islam Kemenag.

"Waktu itu setahu saya ada proyek itu, tapi saya enggak tahu detil di tingkat teknisnya," tuturnya.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(fdn/fdn)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
44%
Kontra
56%