BBC Indonesia
Rabu, 20/06/2012 23:34 WIB

Ibu bayi tabung pertama meninggal dunia

BBCIndonesia.com - detikNews
lesley brown

Nyonya Brown menjadi ibu pertama yang memgandung bayi tabung.

Perempuan yang melahirkan bayi tabung pertama di dunia, Lesley Brown, telah meninggal pada 6 Juni, pada usia 64 tahun, dan dimakamkan pada hari Rabu (20/6).

Nyonya Brown, yang menetap di kota Bristol, Inggris, tercatat dalam sejarah setelah pada Juli 1978 melahirkan bayi perempuan, Louise, dengan mengikuti program IVF.

"Ibu saya sangat pendiam namun pada akhirnya namanya dikenal di seluruh dunia. Ini semata-mata karena ia ingin memiliki keluarga. Kami sangat kehilangan," kata Louise Brown.

Nyonya Brown dan suaminya mencoba mendapatkan anak selama sembilan tahun sebelum memilih teknik IVF, yang ketika itu masih bersifat eksperimental.

Teknik bayi tabung dikembangkan oleh Patrick Steptoe dan Robert Edwards.

Berani dan gigih

Keduanya kemudian mendirikan klinik di Cambridge, Inggris, yang mengkhususkan pada pengembangan teknik IVF dua tahun setelah kelahiran Louise.

Direktur klinik, Mike Macamee mengatakan Lesley Brown adalah ibu teladan.

"Keberanian dan kegigihannya membuat jutaan perempuan di dunia memiliki kesempatan menjadi ibu. Ia perempuan yang lembut. Kami akan selalu mengingatnya," kata Macamee.

Pada 2008 Nyonya Brown mengatakan ia ingin sekali memiliki anak hingga bersedia melakukan apa saja agar bisa hamil.

"Saya sangat bersyukur keinginan menjadi ibu akhirnya terwujud berkat teknik bayi tabung. Tanpa teknik ini saya tidak akan menjadi ibu dan nenek," katanya.

Tabung falopi Nyonya Brown tertutup yang tidak memungkinkannya hamil melalui proses alamiah.

Sejak 1978, tidak kurang dari empat juta orang mendapatkan anak melalui teknik bayi tabung, termasuk anak kedua Nyonya Brown, Natalie.

(bbc/bbc)



ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
33%
Kontra
67%