Rabu, 20/06/2012 20:06 WIB

Selain E dan An, KPK Juga Amankan 2 Perantara & Pegawai Bea Cukai Lain

Fajar Pratama - detikNews
Jakarta - Dalam operasi di Terminal Kargo di Bandara Soekarno Hatta sore ini, total KPK menangkap tujuh orang. KPK juga menggiring dua orang perantara serta satu pegawai Bea Cukai, yang juga memiliki peran penting.

Penelusuran detikcom, tim KPK yang menggerebek Terminal Kargo Bandara Cengkareng, Senin (20/6/2012) membawa tujuh orang. Satu per satu mulai tiba di kantor KPK, di Kuningan Jakarta Selatan.

Dua aktor utama yakni pegawai Bea Cukai berinisial E serta WN AS berinisial An (sebelumnya ditulis EN). Selain keduanya turut serta ditangkap dua orang perantara.

Kisah ini bermula ketika A memiliki masalah dengan Bea Cukai Bandara. Ada barang miliknya yang tertahan di Bea Cukai Bandara, karena satu dan lain hal yang berkaitan dengan peraturan yang berlaku.

Nah, A akhirnya memutuskan untuk menyuap petugas Bea Cukai agar mendapatkan barangnya itu. Pada Rabu hari ini dia mengirimkan dua perantara untuk mengantarkan uang Rp 150 juta sebagai pelicin. Dan aksi jahat ini terendus petugas KPK sejak awal.

KPK pun menangkap E, bersama temannya dari Bea Cukai serta dua orang perantara itu. Dalam waktu berdekatan, tim KPK lainnya menangkap An yang tengah menunggu di tempat lain. Kebetulan pada saat A digerebek, dia bersama dua orang lain. Jadilah tujuh orang itu diangkut ke Kuningan.

"Total tujuh orang yang dibawa," ujar sumber itu.

Soal penangkapan ini diamini Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto. Dia menyebut saat ini petugas KPK tengah melakukan pemeriksaan kepada para terperiksa yang tertangkap itu.


(fjp/ndr)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    0%
    Kontra
    100%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel