detikcom
Rabu, 20/06/2012 19:48 WIB

KPK: Penangkapan Pegawai Bea Cukai Operasi Kilat

Moksa Hutasoit - detikNews
Jakarta - Oknum Pegawai Ditjen Bea Cukai ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. Penangkapan ini merupakan operasi kilat yang dilakukan penyidik KPK.

"Ini operasi kilat," kata Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (20/6/2012).

Bambang menjelaskan, pagi tadi, tim dari Pengaduan Masyarakat KPK mendapat informasi bakal terjadi tindak pidana korupsi. Tim dari KPK pun langsung bergerak.

Hingga saat ini, Bambang mengaku belum mendapat informasi lanjutan mengenai penangkapan itu. Namun seluruh orang yang ditangkap saat ini sudah diperiksa oleh penyidik di Gedung KPK.

"Saat ini masih diperiksa lebih teliti lagi," tandasnya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh detikcom, oknum pegawai Bea Cukai yang ditangkap berinisial E. E diduga menerima duit suap dari AN, warga negara Amerika Serikat.

Penyuapan ini diduga dilakukan AN agar barang yang ditahan Bea Cukai di Bandara Soekarno Hatta segera dibebaskan. Dalam penangkapan ini, KPK juga menyita uang Rp 150 juta.

(mok/fdn)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel