detikcom
Rabu, 20/06/2012 19:48 WIB

KPK: Penangkapan Pegawai Bea Cukai Operasi Kilat

Moksa Hutasoit - detikNews
Jakarta - Oknum Pegawai Ditjen Bea Cukai ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. Penangkapan ini merupakan operasi kilat yang dilakukan penyidik KPK.

"Ini operasi kilat," kata Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (20/6/2012).

Bambang menjelaskan, pagi tadi, tim dari Pengaduan Masyarakat KPK mendapat informasi bakal terjadi tindak pidana korupsi. Tim dari KPK pun langsung bergerak.

Hingga saat ini, Bambang mengaku belum mendapat informasi lanjutan mengenai penangkapan itu. Namun seluruh orang yang ditangkap saat ini sudah diperiksa oleh penyidik di Gedung KPK.

"Saat ini masih diperiksa lebih teliti lagi," tandasnya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh detikcom, oknum pegawai Bea Cukai yang ditangkap berinisial E. E diduga menerima duit suap dari AN, warga negara Amerika Serikat.

Penyuapan ini diduga dilakukan AN agar barang yang ditahan Bea Cukai di Bandara Soekarno Hatta segera dibebaskan. Dalam penangkapan ini, KPK juga menyita uang Rp 150 juta.


Ikiti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di "Reportase Sore", Pukul 16.30 WIB, Hanya di TRANS TV

(mok/fdn)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 17/06/2013 18:39 WIB
    Dirjen KA Tundjung Inderawan Bicara Mental Penumpang dan Seramnya MRT Subway
    Gb Seraya membangun infrastruktur seperti stasiun dan rel kereta api, Kemenhub juga mengkhawatirkan mental penumpang kereta yang belum tertib. Apalagi, teknologi maju kereta bawah tanah bakal dibangun di Jakarta. Kekhawatiran timbul bila perilaku penumpang KA masih timpang dengan teknologi transportasi.
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
34%
Kontra
66%