Rabu, 20/06/2012 18:27 WIB

Pegawai Bea Cukai Ditangkap KPK Saat Terima Uang di Kargo Bandara Cengkareng

Moksa Hutasoit - detikNews
Jakarta - KPK menangkap pegawai Bea Cukai yang diduga terlibat suap. Dia ditangkap saat menerima uang di bagian kargo Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng.

Hingga saat ini identitas pegawai Bea Cukai itu masih disimpan KPK. Namun, informasi yang didapat dari seorang sumber, pegawai Bea Cukai itu ditangkap petugas KPK saat menerima uang di kargo Bandara Cengkareng.

Belum ada informasi yang lebih detil mengenai penangkapan petugas Bea Cukai itu. Yang jelas, Ketua KPK Abraham Samad membenarkan mengenai penangkapan itu.

"Ada orang Bea Cukai," kata Abraham Samad di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (20/6/2012) saat ditanya apakah petugas KPK menangkap seseorang yang diduga terlibat suap.

Diduga sang pegawai itu menerima uang ratusan juta rupiah dari seseorang terkait pengurusan barang. "Uangnya lebih dari Rp 100 juta," timpal Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto.

Pegawai itu kini tengah digiring ke KPK. Penyidikan akan dilakukan atas pegawai itu. Sementara itu Dirjen Bea Cukai, Agung Kuswandono, yang dikonfirmasi soal penangkapan ini belum memberikan respons.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(ndr/asy)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
75%
Kontra
25%