Rabu, 20/06/2012 10:38 WIB

RI & Yayasan Mac Arthur Kerja Sama Bangun Museum PD II di Morotai

Nograhany Widhi K - detikNews
Jakarta - RI dan Yayasan Mac Arthur akan bekerja sama membangun Museum Perang Dunia II di Morotai. Morotai dipilih karena pernah menjadi pangkalan udara bagi Sekutu untuk menyerang Filipina, dan pangkalan udara RI saat merebut Irian Barat dari Belanda.

Konsul Jenderal RI di Houston, Al Busyra Basnur, dalam keterangan tertulis, Rabu (20/6/2012) menjelaskan rencana pembangunan museum Perang Dunia II di Morotai itu sudah dibahas Menko Kesra Agung Laksono, Gubernur Maluku Utara Thaib Armayn dengan Direktur Eksekutif Yayasan Mac Arthur, Kol (Purn) William Davis saat berkunjung ke Norfolk, Virginia, AS pada Senin (18/6).

Informasi kerjasama RI dan Yayasan Mac Arthur dalam pembangunan Museum PD II di Morotai itu dikatakan Sekretaris Menko Kesra Prof Dr Indroyono Soesilo Selasa kemarin (19/6) ketika berkunjung ke Florida setelah bertemu dengan Florida National Guard di St Agustine dalam rangka Sail Morotai 2012 dan persiapan pembangunan Museum Morotai tersebut.

Pulau Morotai dipilih untuk museum PD II karena bersejarah. Jenderal Douglas Mac Arthur, sebagai Panglima Sekutu di Pasifik saat PD II, dikenal dengan Strategi "Lompat Katak"-nya, dari pulau ke pulau dan menyerbu Pulau Morotai dari Biak, pada 15 Desember 1944 serta melumpuhkan kekuatan tentara pendudukan Jepang di sana.

Di Morotai, Sekutu membangun 7 landasan udara guna mendukung serbuan udara Sekutu ke Filipina sebagai sasaran berikutnya.

Saat Operasi Trikora Perebutan Irian Barat (1962), Morotai juga dipakai sebagai titik kumpul pesawat-pesawat Pembom Strategis TU-16 AURI dan Pesawat tempur MIG-17 AURI dalam rangka persiapan penyerbuan Pulau Biak di Irian Barat. Operasi Djajawidjaja batal, Belanda dan Indonesia sepakat gencatan senjata, dan Irian Barat kembali kepangkuan Ibu Pertiwi melalui Diplomasi di PBB.

Pulau Morotai juga sebagai salah satu Koridor Ekonomi MP3EI, sekaligus menjadi gerbang pertumbuhan ekonomi Asia-Pasifik.

Guna mengenang Peristiwa Dunia itu, maka dalam rangka Sail Morotai 2012 segera berdiri Museum Morotai, di samping acara-acara kelautan lainnya, seperti: Ekspedisi Bhakti Kesra Nusantara, Operasi Bhakti Surya Bhaskara Jaya, Kapal Remaja Nusantara Bahari, Ekspedisi Kapal Riset Indonesia, Seminar dan Pameran.

Pada acara puncak 15 September 2012, yang juga akan dihadiri Veteran PD II dan Veteran Trikora, akan digelar operasi penerjunan pasukan lintas udara di Morotai, Pelucuran Roket LAPAN, serta Parade Kapal-Kapal Perang Mancanegara, serta kapal-kapal layar peserta Sail Indonesia 2012.

(nwk/nrl)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 21/05/2013 11:43 WIB
      15 Tahun Reformasi
      Emha Ainun Nadjib: Reformasi Itu Omong Kosong
      Gb Budayawan Emha Ainun Nadjib berada di pusaran arus perubahan kekuasaan 1998. Dia adalah salah satu tokoh yang dengan lantang meminta Presiden Soeharto mengundurkan diri dari jabatannya. Tapi reformasi yang terjadi sampai saat ini, kata dia, palsu belaka. Mengapa?
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    100%
    Kontra
    0%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel