Rabu, 20/06/2012 10:15 WIB
Bus Jatuh ke Jurang, 17 Orang Tewas di China
Diberitakan Xinhua dan dilansir oleh Shanghai Daily, Rabu (20/6/2012), kecelakaan ini terjadi di atas jembatan di jalan tol dekat kota Ningde, distrik Xiapu, sekitar pukul 02.00 waktu setempat. Bus yang mengangkut 45 penumpang ini tengah melaju dari kota Wuxi di Provinsi Jiangsu menuju ke kota Xiamen, Provinsi Fujian.
Saat melintasi jembatan, tiba-tiba bus terbalik dan terjatuh ke dalam jurang sedalam 50 meter. Demikian seperti disampaikan oleh Sekretaris Partai Komunis China untuk distrik Xiapu, Yang Peiqin.
Yang mengatakan, kepolisian setempat, petugas pemadam kebakaran, hingga petugas paramedis telah diterjunkan ke lokasi. Upaya penyelamatan terus dilakukan, namun tidak diketahui apakah seluruh penumpang telah berhasil ditemukan.
Menurut informasi, baru 17 jasad penumpang yang berhasil ditemukan. Sedangkan 3 orang korban luka telah dilarikan ke rumah sakit terdekat. Tidak dijelaskan lebih detail bagaimana kondisi para korban luka, namun disebutkan bahwa mereka luka parah.
Yang menambahkan, kepolisian setempat masih melakukan investigasi atas kecelakaan ini.
Diketahui bahwa jalanan di China cukup berbahaya, di mana peraturan lalu lintas sering dilanggar dan keselamatan berkendara diabaikan. Menurut Kementerian Keamanan Publik, setiap tahun tercatat sekitar 70 ribu orang tewas dan 300 ribu orang luka-luka akibat kecelakaan di jalanan. Mengebut, kelelahan, mengemudi dalam keadaan mabuk dan kondisi jalan yang buruk menjadi faktor penyebab kecelakaan di jalanan China.
(nvc/ita)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
51 Orang Tewas Akibat Tornado di Oklahoma
593 share this. -
21 Mei 1998 Soeharto Tumbang, Apa Kabar Gelar Pahlawan?
547 share this. -
Kemendikbud Ajukan Anggaran Rp 829 miliar untuk Kurikulum 2013
462 share this. -
Kepada Presiden Myanmar, Obama Minta Kekerasan Terhadap Muslim Dihentikan
441 share this. -
Kunjungi Longsor PT Freeport, Rombongan DPR Masuk Sampai Terowongan
417 share this.
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru
Indeks Berita ยป
-
Selasa, 21/05/2013 14:13 WIB
Tornado Oklahoma, 7 Anak Ditemukan Tewas di Kolam Renang Sekolah
-
Selasa, 21/05/2013 13:02 WIB
AS Kecam Sentimen Anti-Muslim & Anti-Yahudi di Dunia
-
Selasa, 21/05/2013 12:40 WIB
Iran Bubarkan 2 Kelompok Teroris
-
Selasa, 21/05/2013 12:25 WIB
Sudah 91 Orang Tewas Akibat Tornado Dahsyat di Oklahoma
-
Selasa, 21/05/2013 11:56 WIB
Tornado di Oklahoma Mirip dengan Tornado Dahsyat 14 Tahun Lalu
-
Selasa, 21/05/2013 14:34 WIB
Wanita Pemotong Kelamin Abdul: Saya Dipaksa Berhubungan Intim
-
Selasa, 21/05/2013 14:12 WIB
Ibunda Darin: Kok Nggak Istri yang Lain yang Dipanggil KPK?
-
Selasa, 21/05/2013 15:23 WIB
Luthfi Kerap Bertandang ke Rumah Darin dengan VW Caravelle dan Mazda Putih
-
Selasa, 21/05/2013 13:52 WIB
Rambut Dibiarkan Terurai, Darin Sering Setir Mobil Sendiri
-
Selasa, 21/05/2013 14:53 WIB
5 Kiprah Perempuan Pushtun yang Cantik dan Berani di Dunia
-
Selasa, 21/05/2013 14:42 WIB
Ibunda Darin Mumtazah akan Hadapi KPK Terkait Kasus Luthfi
-
Selasa, 21/05/2013 12:52 WIB
Ini Dia Darin Mumtazah, Pelajar yang Dekat dengan Luthfi Hasan
-
Selasa, 21/05/2013 13:22 WIB
Tetangga Lihat Luthfi Hasan Kerap Sambangi Rumah Darin dan Menginap
-
357 Komentar
-
235 Komentar
-
229 Komentar
-
211 Komentar
-
210 Komentar
-
210 Komentar
-
175 Komentar
-
162 Komentar
-
Selasa, 21/05/2013 11:43 WIB
15 Tahun Reformasi
Emha Ainun Nadjib: Reformasi Itu Omong Kosong
Budayawan Emha Ainun Nadjib berada di pusaran arus perubahan kekuasaan 1998. Dia adalah salah satu tokoh yang dengan lantang meminta Presiden Soeharto mengundurkan diri dari jabatannya. Tapi reformasi yang terjadi sampai saat ini, kata dia, palsu belaka. Mengapa?
ProKontra
Index »
Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal
Pro
Kontra
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,845.000
- Rp .000
MustRead
close
-
Selasa, 21/05/2013 14:42 WIB
Ibunda Darin Mumtazah akan Hadapi KPK Terkait Kasus Luthfi
-
Selasa, 21/05/2013 14:32 WIB
Anis: Fathanah dan Luthfi Urusan Pribadi, Tak Ada Kaitan dengan Dana PKS
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








_5.gif)





Kenikmatan nasi goreng khas Indonesia juga tak bisa disangkal Mikhail Kouritsyn. Setiap mampir ke Indonesia, orang Rusia ini takkan lupa menyantapnya.
Dalam Forum Newsmaker Thomson Reuters di Singapura, beberapa waktu lalu, SBY lebih memilih pembangunan yang tak melulu tergantung pada sistem kapitalisme (pasar bebas) atau sosialisme (anti pasar). Jalan ketiga yang menjadi antithesis dari keduanya dianggap SBY lebih pas untuk konteks Indonesia.
