detikcom
Rabu, 20/06/2012 09:10 WIB

Susah Makan Karena Neneng

Deden Gunawan - detikNews
Jakarta - Muhammad Nazaruddin terlihat sangat lesu sore itu. Terbalut kemeja batik lengan panjang warna biru, ia terus menundukkan kepalanya.

Sore itu Kamis, 14 Juni 2012, atau sehari setelah Neneng Sri Wahyuni, istri Nazar ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ada enam orang keluarga Nazar menengok mantan bendahara Partai Demokrat (PD) itu di Lembaga Pemasyarakatan Cipinang, Jakarta Timur, sore itu. “Nanti ya, saya masih banyak tamu,” kata Nazar ketika ditemui majalah detik.

Enam orang yang menjenguk Nazar adalah ibunya, adik perempuan dan adik laki-laki Nazar. Di ruang besuk khusus terpidana kasus Tipikor itu, juga ada Andika Gumilang, suami siri Malinda Dee yang divonis 4 tahun kasus penggelapan pajak. Andika memang orang yang paling dekat dengan Nazar selama di Cipinang.

“Ke mana-mana Andika ada kalau Nazaruddin keluar (kamar tahanan), bertigaan mereka, Nazar, Andika, sama penjaganya,” ujar Tamping, petugas ruang kunjungan napi kasus Tipikor.

***

Tulisan lengkap Duh…Neneng bisa dibaca di edisi terbaru Majalah Detik (edisi 29, 18 Juni 2012). Edisi ini mengupas tuntas kasus Neneng Sri Wahyuni ‘Duh…Neneng’, juga ikuti artikel lainnya yang tidak kalah menarik seperti rubrik Laporan Khusus ‘Rebutan Balung Keraton Solo’, Nasional membahas ‘Bahaya Siraman Uang NasDem’, Internasional ‘Cobaan Bad June Buat Obama’, rubrik gaya hidup ‘Great Sale: Jakarta Vs Singapura’, berita komik ‘Ribut Anjing Tetangga’ rubrik seni dan hiburan dan review film ‘Prometheus’, WKWKWK ‘Dikira Demonstran, Polisi Dihajar PNS’, serta masih banyak artikel menarik lainnya.

Untuk aplikasinya bisa di-download di apps.detik.com dan versi pdf bisa di-download www.majalahdetik.com Selamat menikmati!

(iy/iy)

Dapatkan ulasan lengkap Fokus dengan mendownload edisi Majalah detik melalui tablet Android dan iPad, atau download versi PDFnya di majalahdetik.com.





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Laporan Khusus Terbaru Indeks Laporan Khusus ยป
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    47%
    Kontra
    53%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel