detikcom
Rabu, 20/06/2012 08:15 WIB

Wanbin PD: Turunnya Elektabilitas Sejak Nazaruddin Sebut Nama Ketua Umum

Ahmad Toriq - detikNews
Jakarta - Anggota Dewan Pembina Parta Demokrat (PD), Hayono Isman, menyebut penurunan elektabilitas PD dimulai saat terkuaknya kasus korupsi Nazaruddin. Apalagi, dalam banyak kesempatan setelah kasusnya masuk pengadilan, Nazaruddin kerap menyebut nama Ketua Umum, Anas Urbaningrum, terlibat dalam kasus korupsinya.

"Menurunnya elektabilitas kan sejak terkuaknya kasus Nazaruddin yang mengait-ngaitkan nama ketua umum dalam kasusnya," kata Hayono saat berbincang, Rabu (20/6/2012).

Imbas dari penyebutan nama Ketua Umum oleh Nazaruddin, Hayono menjelaskan, adalah penurunan elektabilitas PD yang hingga saat ini hampir menyentuh angka 10 persen. Oleh karena itu, Hayono meminta agar semua kader yang sudah disebut Nazaruddin untuk non aktif dari PD untuk fokus menyelesaikan kasusnya.

"Sebaiknya mengambil langkah non aktif," ujarnya.

Lebih jauh, Hayono tidak melihat ada hubungan langsung antara kinerja pemerintah dengan penurunan elektabilitas PD. "Kalau memang menurun karena pemerintah kan ya sejak awal pemerintahan, nyatanya kan tidak," imbuhnya.

Berdasarkan hasil survei LSI yang dirilis Minggu (17/6), Partai Golkar berada di posisi pertama sebagai partai pilihan responden dengan 20.9 persen. Menyusul PDIP dengan dukungan 14 persen dan Demokrat dengan 11,3 persen.

LSI menyebut 3 penyebab kemerosotan elektabilitas Demokrat. Pertama, Demokrat gagal melakukan disiplin internal internal terkait kasus korupsi yang menyeret elitenya seperti kasus Wisma Atlet dan proyek Hambalang.

Penyebab kedua, kekecewaan responden atas kinerja Presiden SBY membuat tingkat keterpilihan Demokrat ikut menurun. Ketiga, Demokrat terlalu disibukkan dengan pertengkaran internal sehingga program partai tidak terurus.

Seakan mengamini hasil survei LSI, Ketum Partai Demokrat Anas Urbaningrum menyebut keberhasilan pemerintah menjalankan program kerja memang menjadi kunci utama kesuksesan Demokrat.

"Memastikan pemerintahan Presiden SBY yang juga Ketua Wanbin PD untuk terus meningkatkan kinerja sehingga bisa menaikkan tingkat kepuasan rakyat. Kepuasan publik yang memadai atas kinerja pemerintah adalah basis utama keberhasilan partai pemerintah," kata Anas dalam pesan singkatnya, Senin (18/6/2012).


Empat pekerja tewas saat membersihkan bak air di Ancol. Saksikan Informasi Selengkapnya di "Reportase Pagi", pukul 04.26 - 05.25 WIB, hanya di TRANS TV

(trq/ray)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
33%
Kontra
67%
MustRead close