Rabu, 20/06/2012 07:25 WIB
Mubarak Dalam Kondisi Sekarat

Mubarak dihukum penjara seumur hidup dalam sidang awal bulan Juni.
Sejumlah laporan dari Kairo menyebutkan mantan Presiden Mesir Hosni Mubarak dalam keadaan kritis dan mungkin mendekati kematian.
Beberapa media melaporkan dia sudah mati secara klinis, dan Nile TV menyebut berbagai upaya terus dilakukan untuk menyelamatkannya.
Hosni Mubarak, 84, dikatakan menderita stroke dan dipindahkan dari penjara ke rumah sakit militer Maadi dengan helikopter untuk mendapatkan bantuan medis.
Mantan presiden yang berkuasa selama 30 tahun tersebut dilaporkan dalam keadaan tidak sadar diri dan tim dokter menggunakan alat kejut jantung beberapa kali.
Banyak polisi terlihat berjaga di depan rumah sakit. Dan sejumlah orang pendukung maupun penentangnya juga berkumpul di sekitar rumah sakit.
Seorang perempuan, pendukung Mubarak, dalam keadaan gemetar kepada BBC mengatakan Saya cinta dia.
Skeptis
Mubarak digulingkan tahun lalu, dan dipenjara seumur hidup awal bulan ini akibat perannya dalam menewaskan pendemo penentang rezimnya.
Sementara itu sejumlah warga Mesir lainnya mengaku skeptis atas setiap laporan kesehatan Mubarak.
Seperti yang dilaporkan wartawan BBC di Kairo, sejak digulingkan, banyak laporan yang menyatakan kesehatannya semakin memburuk, meski banyak yang terbukti salah.
Sebelum persidangan dirinya dimulai, kuasa hukum Mubarak mengatakan dia dalam keadaan koma, tetapi Mubarak muncul di persidangan dalam kondisi sadar.
Sekarang timbul kekhawatiran bahwa pernyataan tentang kesehatan Mubarak ini digunakan untuk pengalihan, di saat Mesir tengah menunggu hasil pemilihan presiden yang kisruh.
Kabar Mubarak dalam kondisi sekarat ini mengemuka disaat puluhan ribu orang berdemo di Lapangan Tahrir, Kairo, menentang kebijakan dewan militer yang dianggap ingin mengambil alih kekuasaan baru.
Wartawan BBC di Kairo melaporkan, kerumunan massa mengikuti dengan seksama perkembangan kabar kritisnya Mubarak tersebut.
Aksi demo dilakukan Ikhwanul Muslimin, yang mengklaim telah memenangkan kandidatnya Mohammed Mursi dalam pemilihan presiden akhir pekan lalu.
Pesaingnya Ahmed Shafiq, mantan perdana menteri di era Mubarak, juga mengklaim kemenangan.
Hasil pemilihan presiden ini akan diumumkan Kamis (21/06) besok.
Sebelumnya para jenderal di Dewan Tinggi Militer melalui mahkamah telah membubarkan parlemen dan mengembalikan kekuatan legislatif kepada mereka.
Kebijakan tersebut dinilai oposisi sebagai sebuah kudeta militer.
(bbc/bbc)
Berita Terbaru
Indeks Berita ยป
-
Rabu, 19/06/2013 18:51 WIB
Isotop Beracun Ditemukan Dalam Air Tanah di Seputar PLTN Fukushima
-
Rabu, 19/06/2013 16:51 WIB
Penundaan perundingan Afghanistan-AS
-
Rabu, 19/06/2013 14:55 WIB
Teater di London Suguhkan Pertunjukan dalam Kegelapan
-
Rabu, 19/06/2013 11:59 WIB
Shah Rukh Khan Diduga Langgar Larangan USG
-
Rabu, 19/06/2013 11:51 WIB
Chrysler akan menarik 2,7 juta Jeep
-
Kamis, 20/06/2013 00:40 WIB
Kabut Asap Bawa Berkah Bagi Sopir Taksi Singapura
-
Kamis, 20/06/2013 00:16 WIB
Gantikan Bajaj Butut, Pemprov DKI Siapkan Bajaj Listrik Swedia
-
Rabu, 19/06/2013 16:42 WIB
Jokowi Soal Kopaja: Ini Mobil atau Gerobak? Ngeremnya Pakai Doa
-
Rabu, 19/06/2013 13:07 WIB
Ini 5 Penampakan Aksi 'Tikus' di Bandara
-
Rabu, 19/06/2013 15:37 WIB
Saat Syekh Tifatul Dipanggil Bro
-
Kamis, 20/06/2013 00:24 WIB
Jeritan Supir Angkot di Terminal Pulogebang, Dikala Harga BBM Naik
-
Rabu, 19/06/2013 11:27 WIB
Astaga! Ibu Hamil di Lembata Dimakan Buaya
-
Kamis, 20/06/2013 01:16 WIB
Ketua FPD MPR: SBY Belum Tentu Setujui 3 Menteri PKS Disuruh Mundur
-
429 Komentar
-
356 Komentar
-
260 Komentar
-
231 Komentar
-
207 Komentar
-
201 Komentar
-
196 Komentar
-
183 Komentar
-
Rabu, 19/06/2013 14:22 WIB
Penerus Mega di PDIP
Effendi Simbolon Buka-bukaan Soal Prospek Politik Prananda dan Puan
Prananda dan Puan Maharani disebut-sebut disiapkan menjadi penerus tahta Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Anak kedua Mega, Prananda (43), diyakini sebagia pembawa ideologi kakeknya, Bung Karno.
ProKontra
Index »
Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019
Pro
Kontra
MustRead
close
-
Rabu, 19/06/2013 21:17 WIB
Canda SBY untuk Para Capres 2014
-
Rabu, 19/06/2013 20:45 WIB
Pak Jokowi, Penjaga Pintu Air Belum Terima Gaji 3 Bulan
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer

.gif)
Mudik selalu dirindukan bagi setiap perantau. Tak terkecuali bagi Dirjen Perhubungan Darat Soeroyo Alimoeso. Beliau curhat tentang dirinya yang tidak pernah mudik dan susahnya mengatur pemudik.
Giatnya Pemerintah memperjuangkan munculnya regulasi (Peraturan Menteri Perindustrian) tentang Low Cost and Green Car (LCGC) bersama-sama DPR-RI membuktikan bahwa Pemerintah sekarang tidak pro angkutan umum.
