Rabu, 20/06/2012 00:10 WIB

KPU DKI Gelar Deklarasi Kampanye Damai 23 Juni

Muhammad Iqbal - detikNews
Jakarta - Jelang masa kampanye Pemilukada DKI Jakarta 2012, KPU DKI Jakarta akan menggelar deklarasi kampanye damai pada 23 Juni 2012. Kegiatan yang akan digelar di Plaza Utara Senayan itu ditujukan agar seluruh cagub dan cawagub berkomitmen siap terpilih dan siap tidak terpilih.

"Deklarasi damai tujuannya adalah mengajak pasangan calon dan para pendukungnya untuk berkomitmen siap terpilih dan siap untuk tidak terpilih. Juga siap menyelenggarkan tahapan pilgub ini dengan damai," ujar Ketua Pokja Kampanye, Suhartono, di kantornya, Jalan Budi Kemuliaan, Jakarta, Selasa, (19/6/2012) malam.

Suhartono menjelaskan dalam deklarasi itu KPU DKI memberikan kesempatan kepada pasangan calon untuk menyampaikan pesan damai, baik kepada para pendukungnya dan juga kepada warga Jakarta.

"Kemudian diikuti dengan ikrar damai dan penandatanganan prasasti damai," tuturnya.

Ia menjelaskan bahwa istilah 'siap terpilih dan siap terpilih' merupakan perubahan dari istilah deklarasi sebelumnya, 'siap menang dan siap kalah'. "Kalau siap menang dan siap kalah kan kesannya win and lose, jadi seolah-olah satu kosong. Nah, ini hanya perubahan bahasa aja, kesannya lebih baik," kata Suhartono.

KPU juga mengimbau agar masing-masing kandidat tidak membawa banyak massa dalam acara itu. "Massa yang boleh dibawa adalah seratus orang perpasangan calon," ucapnya.

"Untuk pengamanan ada dari Polda, kita akan berkoordimasi besok dengan polda soal pengamanan lokasi yang akan dilaksanakan pada 23 Juni," imbuhnya.

(ray/trq)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    100%
    Kontra
    0%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel