Korea Selatan perketat undang-undang korupsi
MA Korea Selatan mengatakan pelanggaran terkait pemilu meningkat menjelang pemilihan presiden.
Korea Selatan merencanakan untuk memperketat hukuman untuk para anggota parlemen menyusul keluhan bahwa politisi yang ketahuan membeli suara hanya mendapat hukuman ringan.
Mahkamah Agung Korea Selatan menyatakan politisi yang tertangkap membeli suara atau menyuap dapat menghadapi hukuman maksimum lima tahun penjara.
Juru bicara MA mengatakan pelanggaran terkait pemilihan umum meningkat menjelang pemilihan presiden tahun ini.
Hukuman ringan yang dijatuhkan terhadap para terdakwa koruptor menimbulkan kritikan dan ketidakpercayaan terhadap badan kehakiman, kata wartawan BBC di Seoul, Lucy Williamson.
RUU korupsi politik ini mencakup hukuman penjara dan denda besar bagi mereka yang menyebarkan informasi palsu selama kampanye atau melanggar peraturan terkait pemilu termasuk pemberian sumbangan.
Kampanye ilegal lewat internet
Bulan lalu, salah satu partai oposisi mengakui melakukan kecurangan dalam proses pemilihan calon mereka.Hukuman terhadap anggota parlemen terkait pemilu saat ini adalah tiga tahun penjara atau denda maksimum 10 juta won (US$8.600) bagi yang melakukan kampanye hitam terhadap calon lain.
Berdasarkan undang-undang saat ini, seorang pejabat terpilih dapat digeser dari posisinya bila melanggar aturan, kata Baek Seung-hun, dari Komisi Pemilihan Nasional.
Baek mengatakan Komisi Pemilihan telah mengajukan dakwaan terhadap empat anggota parlemen terpilih karena menyebarkan informasi salah selama kampanye dalam pemilu parlemen April lalu.
MA Korea Selatan juga memutuskan untuk meningkatkan sanksi bagi mereka yang terlibat kampanye ilegal melalui internet dan jejaring sosial.
Mahkamah Agung akan mengadakan sidang paripurna bulan Juli sebelum menyepakati standar baru ini tanggal 20 Agustus.
(bbc/bbc)
-
Sabtu, 18/05/2013 10:04 WIB
Prancis akan sahkan pernikahan sesama jenis
-
Jumat, 17/05/2013 22:37 WIB
Pria Arab Saudi membakar diri sebagai protes
-
Jumat, 17/05/2013 22:19 WIB
Justin Bieber diberi batas waktu untuk ambil monyet
-
Jumat, 17/05/2013 21:43 WIB
Supir Taksi Dituntut Akibat Menarik Terlalu Mahal Rp 75
-
Jumat, 17/05/2013 21:41 WIB
Perempuan Iran Dilarang Jadi Calon Presiden
-
Sabtu, 18/05/2013 14:42 WIB
Hewan Langka Berhasil Diselamatkan dari Rumah Warga di Tasikmalaya
-
Sabtu, 18/05/2013 13:51 WIB
Klewang, Si Raja Geng Motor dan Raja Aksi Tipu-tipu
-
Sabtu, 18/05/2013 15:10 WIB
Gadis Muda Akui Berkostum Obama Saat Menari Seksi di Depan Berlusconi
-
Sabtu, 18/05/2013 14:54 WIB
Emirates: Korban Turbulens Luka Ringan Tak Harus Dirawat di RS
-
Sabtu, 18/05/2013 12:05 WIB
Ditolak Bercinta, Gadis 19 Tahun Gigit Penis Kekasihnya
-
Sabtu, 18/05/2013 14:29 WIB
Geng Motor Klewang Cs Diperkirakan Rugikan Masyarakat Rp 1 Miliar
-
Sabtu, 18/05/2013 12:59 WIB
Turbulensi Emirates, Penumpang: Pesawat Seperti Disedot
-
Sabtu, 18/05/2013 14:33 WIB
Rem Blong, Bus Putra Mulya 'Terbang' ke Rumah Warga
-
414 Komentar
-
241 Komentar
-
223 Komentar
-
216 Komentar
-
210 Komentar
-
208 Komentar
-
203 Komentar
-
200 Komentar
-
Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS
- Rp 2,835.000
- Rp .000
-
Sabtu, 18/05/2013 08:41 WIB
Pesawat Boeing 777 Emirates Dubai-Jakarta Alami Turbulensi, 13 Orang Cedera
-
Sabtu, 18/05/2013 07:59 WIB
Satpol PP Tertibkan PKL di Klender, Arus Lalin Tersendat
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks

.gif)
Namanya Markamah. Semangat perempuan berusia 46 tahun ini tak pernah padam untuk menyalakan lilin pendidikan di tempat-tempat marjinal. Mulai dari memberantas buta huruf di Marunda, mengajar anak-anak PSK di Jakarta Barat hingga kini menjalankan roda sekolah semi permanen yang dikepung pabrik.
Prinsip Sun Tzu dalam bukunya The Art of War, “Pertahanan Terbaik adalah Menyerang” nampaknya sedang diadopsi oleh PKS saat terjepit berhadapan dengan kasus hukum di KPK. Upaya perlawananoleh PKS yaitu melaporkan sejumlah penyidik dan jubir KPK kepada Kepolisian.
