BBC Indonesia
Selasa, 19/06/2012 21:19 WIB

Pencurian di universitas di London tinggi

BBCIndonesia.com - detikNews
Universitas-universitas di sekitar London memiliki tingkat tertinggi dalam daftar peringkat pencurian dan serangan kekerasan di kalangan universitas di Inggris.

Peringkat itu didasarkan pada sebuah studi yang menggunakan data dari kepolisian tentang tingkat kejahatan dalam radius tiga mil atau sekitar 5 km dari kampus.

Dan universitas-universitas di kawasan sekitar ibukota London berada pada peringkat tertinggi sementara di wilayah Buckingham merupakan yang terendah.

Penulis laporan, Bernard Kingston, mengatakan peringkat ini diharapkan bisa membantu para calon mahasiswa mengkaji risiko dari masing-masing universitas.

Peringkat pencurian dan serangan kekerasan tersebut diterbitkan oleh Complete University Guide dengan rincian perampokan, pencurian, dan kekerasan di universitas-unversitas Inggris.

Hanya hal yang menarik

Tiga universitas yang berada di peringkat tertinggi adalah London Metropolitan, Kings College London, dan London South Bank.

Di luar London, yang memiliki tingkat pencurian dan serangan kekerasan tinggi adalah di kota Manchester dan Leeds sementara kawasan Buckingham di Inggris tengah dan Aberyswyth, Wales, berada pada peringkat bawah.

Dengan uang kuliah di sejumlah universitas yang mencapai Pound 9.000 per tahun, ada harapan agar para calon mahasiswa bisa mendapatkan informasi tentang tempat-tempat yang akan mereka pilih untuk belajar dan hidup sehari-hari.

Sejauh ini universitas melalui situs internetnya hanya menampilkan hal-hal yang menarik di lokasi sekitar kampus mereka dan tidak ada kewajiban bagi universitas untuk memberikan data tentang kriminalitas yang melibatkan mahasiswa maupun di sekitar kampus.

Berdasarkan laporan yang ditulis Complete University Guide, tercatat satu dari tiga mahasiswa menjadi korban kriminalitas namun tidak ada catatan resmi tentang lokasi dari tempat kejadiannya.

Data kejahatan di AS

Bernard Kingston mengatakan jenis informasi yang mereka terbitkan akan berguna bagi para calon mahasiswa dan orangg tua sebelum mengambil keputusan untuk melamar ke universitas tertentu.

Namun dia mengakui tidak ada data yang akurat mengenai dampak kriminalitas di universitas terhadap para mahasiswa dan belum ada pula kewajiban bagi universitas untuk mengungkapkan informasi tersebut.

"Setiap tanggung jawab untuk mengumpulkan dan mengungkapkan informasi dikembalikan kepada universitas masing-masing dan tingkat tanggung jawab atas hal itu untuk bisa diketahui adalah suram," tuturnya.

Sebagai perbandingan, universitas-universitas di Amerika Serikat diwajibkan memberi data tentang kriminalitas sehingga bisa diketahui tingkat kekhawatiran atas keamanan.

Hal tersebut ditempuh setelah pembunuhan seorang mahasiswa di sebuah universitas di Pennsylvania pada tahun 1986 dan belakangan orang tua mahasiswa itu menemukan bahwa setahun sebelumnya terdapat 38 kejahatan lain di universitas itu.

Kini universitas di Amerika Serikat harus mengungkapkan data tentang krimimalitas yang mencakup pembunuhan, serangan seksual, perampokan, serangan kekerasan dan pencurian motor di kampus maupun di asrama mahasiswa.

(bbc/bbc)



Berita Terbaru Indeks Berita ยป
  • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
    50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
    Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
    Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
ProKontra Index »

Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
Pro
46%
Kontra
54%
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel