Selasa, 19/06/2012 19:55 WIB

Staf Ahli Rusli Zainal Ditahan di Rutan KPK karena Faktor Keamanan

Ferdinan - detikNews
Jakarta - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan staf ahli Gubernur Rusli Zainal, Lukman Abbas di Rutan KPK. Ini dilakukan untuk menghindari adanya intervensi terhadap tersangka kasus dugaan suap Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII di Riau tersebut.

"Ada beberapa hal kenapa tersangka ditahan di Rutan KPK. Pertama tentu berkaitan proses penyidikan itu sendiri, selain untuk menggali informasi. Faktor keamanan dan ada kemungkinan diintervensi," kata Juru Bicara KPK, Johan Budi di kantornya, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Selasa (19/6/2012).

Di Rutan KPK sendiri saat ini telah ada 2 tersangka yang ditahan yakni Angelina Sondakh dan Miranda Swaray Gultom. Selain itu, terpidana kasus suap Wisma Atlet, Mindo Rosalina Manulang, juga meringkuk di Rutan yang sama.

"Lukman tidak dicampur dengan tersangka-tersangka sebelumnya. Di tempat terpisah dengan Miranda dan lain-lain," sebut Johan.

Lukman yang juga mantan Kadispora Provinsi Riau, masuk ke sel Rutan KPK sekitar pukul 18.05 WIB. Selain Lukman Abbas, sore tadi KPK juga menahan Wakil Ketua DPRD Riau, Taufan Andoso Yakin dalam kasus yang sama.

Lukman diduga memberi uang suap kepada beberapa anggota DPRD terkait persetujuan dalam usulan perubahan Perda Nomor 6 tahun 2010. Dia mendekam di sel tahanan untuk 20 hari pertama.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.30 WIB

(fdn/rmd)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Cegah Titipan Proyek, Ahok Minta Rapat dengan DPRD Direkam ke Youtube

PPATK mengungkapkan salah satu modus korupsi di kalangan penyelenggara negara adalah oknum DPRD yang menitipkan proyek-proyek saat pembahasan anggaran dengan Bappeda. Gubernur DKI Ahok ingin bila rapat bersama DPRD direkam dan di-upload ke youtube. Bila DPRD tak mau, maka lebih baik tak usah rapat anggaran. Bila Anda setuju dengan Ahok, pilih Pro!
Pro
82%
Kontra
18%