Detik.com News
Detik.com
Selasa, 19/06/2012 13:43 WIB

Program Masuk Ancol Gratis pada 22 Juni Tetap Jalan

Nala Edwin - detikNews
Program Masuk Ancol Gratis pada 22 Juni Tetap Jalan Sebuah sudut Pantai Ancol (rachman/detikcom)
Jakarta - Program naik bus TransJ gratis untuk memperingati HUT ke-485 Jakarta pada 24 Juni batal digelar. Namun acara masuk Ancol gratis yang akan digelar 22 Juni tetap jalan.

"Kalau masuk Ancol untuk memperingati HUT Jakarta tetap jalan," kata Humas Ancol Metty Yan kepada detikcom, Selasa (19/6/2012).

Metty mengatakan, program masuk Ancol merupakan program rutin tahunan dan tidak terkait dengan pemilihan Gubernur DKI Jakarta. "Ini program rutin yang sudah dilakukan sejak zaman Pak Sutiyoso," katanya.

Metty mengatakan, warga yang masuk ke Ancol tidak dikenakan biaya. Hanya mobil atau motor yang dibwwa pengunjung yang dikenakan biaya masuk.

"Ini gratis untuk orangnya, kalau ada yang bawa mobil atau motor dikenakan biaya masuk kendaraan. Kecuali kalau naik sepeda, itu juga gratis," katanya.

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta telah mencanangkan sejumlah kegiatan sejak tanggal 18 hingga 24 Juni 2012. Kegiatan yang dikemas dalam program 'Senyum Jakarta' itu untuk menyambut HUT ke-485 Jakarta. Kegiatan program tersebut berbentuk berbagai pelayanan gratis yang diperuntukkan khusus untuk warga DKI Jakarta, mulai dari pengobatan, pembuatan akte kelahiran, naik bus TransJ, dan masuk Taman Margasatwa Ragunan.

Namun karena berdekatan dengan tahapan kampanye pilkada DKI Jakarta 24 Juni-7 Juli, KPU dan Panwaslu merekomendasikan agar program tersebut dibatalkan untuk menghindari kecurigaan program tersebut dijadikan ajang kampanye cagub incumbent.

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(nal/nrl)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%