detikcom
Selasa, 19/06/2012 12:21 WIB

Program Naik Bus TransJ Gratis Pada 24 Juni Batal Digelar

Nala Edwin - detikNews
Jakarta - Program naik bus TransJakarta gratis untuk memperingati HUT Jakarta ke-485 batal dilaksanakan. Awalnya program ini akan dilaksankan pada Minggu, 24 Juni mendatang.

"Programnya batal dilaksanakan," kata Humas BLU TransJ, Sri Ulina Pinem, kepada detikcom, Selasa (19/6/2012).

Ulina mengatakan program naik bus TransJ gratis ini merupakan bagian dari 'Senyum Jakarta' yang digelar untuk memperingati HUT Jakarta ke-485.

"Kita berada di bawah naungan Pemprov DKI jadi kita mengikuti saja," sambungnya.

Saat ditanya apakah pembatalan ini terkait dengan kampanye pemilihan gubernur DKI yang digelar pada 24 Juni sampai 7 Juli, Ulina mengatakan tidak mengetahuinya.

"Saya tidak tahu, tapi kami mengikuti saja," ucapnya.

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta telah mencanangkan sejumlah kegiatan sejak tanggal 18 hingga 24 Juni 2012. Kegiatan yang dikemas dalam program 'Senyum Jakarta' itu untuk menyambut HUT Jakarta ke-485. Kegiatan program tersebut berbentuk berbagai pelayanan gratis yang diperuntukkan khusus untuk warga DKI Jakarta, mulai dari pengobatan, pembuatan akte kelahiran, naik bus TransJ, masuk Ancol, dan masuk Taman Margasatwa Ragunan.

Namun karena berdekatan dengan tahapan kampanye pilkada DKI Jakarta, KPU dan Panwaslu merekomendasikan agar program tersebut dibatalkan untuk menghindari kecurigaan program tersebut dijadikan ajang kampanye cagub incumbent.

Ikiti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di "Reportase Sore", Pukul 16.30 WIB, Hanya di TRANS TV

(nal/vit)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
33%
Kontra
67%