detikcom
Selasa, 19/06/2012 12:00 WIB

Sejumlah Program Gratis Sambut HUT DKI Ditunda

Ramdhan Muhaimin - detikNews
Jakarta - Pemprov DKI Jakarta merespons rekomendasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta dan Panwaslu terkait pembatalan program 'Senyum Jakarta' menyambut HUT DKI Jakarta. Humas Pemprov DKI Jakarta Cucu Ahmad Kurnia menjelaskan meski ada rekomendasi tersebut, tidak semua kegiatan yang digelar gratis dalam program tersebut ditunda.

"Yang betul sebetulnya ditunda, bukan batal. Dan yang ditunda tidak semua. Beberapa kegiatan saja," jelas Cucu saat dikonfirmasi detikcom, Selasa (19/6/2012).

Cucu menjelaskan kegiatan yang ditunda seperti pengobatan gratis, layanan akte kelahiran gratis, naik bus TransJakarta gratis, dan masuk Taman Margasatwa Ragunan gratis. Sementara masuk Ancol gratis pada 22 Juni 2012 dan hiburan Opera Van Java (OVJ) di Monas pada 23 Juni tetap digelar.

"Jadi yang reguler tetap berjalan seperti gratis masuk Ancol. Yang ditunda-tunda ini, kita lagi jadwal ulang," tuturnya.

Cucu juga mengakui Pemprov DKI Jakarta menyesalkan jika program 'Senyum Jakarta' dalam rangka HUT Jakarta ini dikait-kaitkan dengan pilkada DKI Jakarta. Padahal menurutnya, program 'Senyum Jakarta' digagas Pemprov DKI Jakarta berdasarkan masukan dari masyarakat.

Tujuannya, kata dia, agar warga Jakarta dapat tersenyum di momen HUT Jakarta dengan menikmati berbagai pelayanan gratis.

"Ya tentu permintaan dari panwaslu kita hormati. Sebenarnya ini kan masukan dari masyarakat, bukan kemauan Pemprov. Kita inginnya warga tersenyum," cetus Cucu.

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta telah mencanangkan sejumlah kegiatan sejak 18 hingga 24 Juni 2012. Kegiatan yang dikemas dalam program 'Senyum Jakarta' itu untuk menyambut HUT Jakarta ke-485. Kegiatan program tersebut berbentuk berbagai pelayanan gratis yang diperuntukkan khusus untuk warga DKI Jakarta, mulai dari pengobatan, pembuatan akte kelahiran, naik bus TransJ, masuk Ancol, dan masuk Taman Margasatwa Ragunan.

Namun karena berdekatan dengan tahapan kampanye pilkada DKI Jakarta, KPU dan Panwaslu merekomendasikan agar program tersebut dibatalkan untuk menghindari kecurigaan program tersebut dijadikan ajang kampanye cagub incumbent.


(rmd/vit)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
65%
Kontra
35%