Selasa, 19/06/2012 11:55 WIB

Pengamen Stasiun KA Pondok Cina Beri Rp 1 Juta untuk Bayi Diva

Niken Widya Yunita - detikNews
Diva
Jakarta - Pengamen di stasiun kereta api Pondok Cina Depok, Jakarta, terketuk hatinya untuk memberikan sumbangan bagi Diva, bayi penderita jantung bocor. Mereka pun menyumbang Rp 1.030.000.

"Dana peduli Diva yang kita kumpulkan Rp 1.030.000," ujar Eka, pengamen di Stasiun Pondok Cina, Depok, kepada detikcom, Selasa (19/6/2012).

Menurut Eka, duit Rp 1.030.000 diperoleh dari hasil mengamen di depan penumpang yang sedang menunggu kereta di peron Stasiun Pondok Cina. Saat mengamen mereka tidak lupa membawa kardus untuk menampung uang sumbangan dan foto Diva.

Eka menuturkan pencarian dana untuk Diva dilakukan pada Kamis 14 Juni hingga Jumat 15 Juni 2012. Pada Kamis pengamen yang ikut mencari sumbangan 7 orang, sedangkan pada Jumat 10 orang.

Meski mencari sumbangan untuk Diva, Eka dan teman-temannya tidak lupa untuk mencari makan.

"Kamis mencari sumbangan siang dari pukul 11.00 WIB sampai habis ashar. Paginya kita cari cari uang sendiri-sendiri. Kalau Jumat pagi cari sumbangan dari pukul 08.00-11.30 WIB, sore mengamen," kata pengamen yang baru lulus SMA ini.

Eka dan teman-teman pengamen lainnya menyumbang untuk Diva atas inisiatif sendiri. "Kita bisanya cuma segitu doang dapatnya Rp 1.030.000," tutur perempuan yang rumahnya berada di kawasan Jl Margonda Depok ini.

Setelah uang terkumpul, akhirnya Eka dan rekan-rekannya memberikannya ke rumah Diva di dekat Stasiun Pondok Cina. "Uangnya sudah kita sampaikan Senin (18/6) kemarin. Yang terima ayahnya Diva Anggi," ucap Eka.

Dokter mendiagnosa penyakit Diva yakni tata letak paru-paru diafragma kanan lebih rendah dan jantung bocor. Akibatnya nafas Diva lebih cepat dari bayi seusianya. Diva lalu dirawat di RSAB Harapan Kita dengan bantuan selang nafas dan minuman dimasukkan dengan selang. Diva selama ini mendapat bantuan dari Jamkesda. Namun jatah Jamkesda Rp 100 juta sudah habis. Wali Kota Depok Nurmahmudi usai menengok Diva Jumat (17/6) lalu menyatakan pihaknya akan memperpanjang Jamkesda Diva hingga pulang dari RS dan jatah Jamkesda Rp 100 juta sudah habis.

Dewi menerima uluran tangan dermawan lewat nomor rekening Bank Mandiri 157-00-0330782-5 atas nama Lilis Suryati, ibu kandungnya. Hingga Senin (18/6) jumlah sumbangan yang masuk Rp 310.257.000.

Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(nik/vit)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%