Selasa, 19/06/2012 10:51 WIB
Kolom Djoko Suud
Golkar Blunder Buat Ical
Di mata 'pensurvei' Ical pastilah selalu baik. Di kalangan pengurus Partai Golkar di daerah, Ical taklah diragukan kredibilitasnya. Namun itu semua bukanlah jaminan Ical memang baik dan kredibel, tetapi lebih karena sikap royalnya. Ical bloboh (gampang ngeluarin duit) jika itu menyangkut kepentingan politik dan ambisinya.
Dalam bahasa lugas tetapi sarkastis, rata-rata pengurus partai ini di daerah mengatakan, Ical itu harus digunggung dan dibombong. Dipuji dan diberi masukan yang melangit, agar kesejahteraan selalu datang, dan mesin politik Partai Golkar berjalan. Toh semua paham, partai tanpa pasokan logistik ibarat hidup yang tidak hidup. Loyo!
Namun akibat sikap permisif itu, maka partai ini mengalami banyak kerugian. Kerugian paling besar adalah capnya sebagai partai modern dan demokratis hilang. Konvensi kawah candradimuka lahirnya politisi handal partai ini raib. Dan transaksional yang melahirkan generasi 'wani piro' (berani bayar berapa) kian tumbuh subur di berbagai daerah. Ingat, tokoh-tokoh politik hebat, seperti Prabowo Subianto, Wiranto, dan yang lain adalah produk konvensi itu.
Padahal ketika menang di pemilihan Partai Golkar di Pekanbaru Ical punya dua janji besar. Janji pertama adalah kaderisasi di daerah yang mampu menajamkan ujung tombak partai ini. Kedua proyek mercusuar, membangun etalase Partai Golkar di Jakarta, membangun gedung megah, yang minimal setara Gedung Kadin yang dulu dibangun di era kepengurusannya.
Namun dua-duanya tandas di tengah jalan. Kaderisasi yang paripurna itu berjalan ala kadarnya. Ikon Partai Golkar yang direncanakan mengangkangi Ibukota tidak terealisasi sampai sekarang. Jangan lagi berharap itu akan menjadi nyata. Dalam bicara-bicara saja, niatan untuk membangun gedung itu sudah tidak kedengaran lagi.
Sebagai pemimpin partai besar, Ical layak dicalonkan mewakili partai ini dalam laga merebut posisi orang nomor satu di republik ini. Apalagi dalam teks survei, Ical mengungguli Akbar Tandjung, Fadel Muhammad, Jusuf Kalla (JK) dan Sultan Hamengkubuwono X. Namun meninggalkan konvensi dan menggantinya dengan kebulatan tekad yang mengingatkan era Orde Baru tidaklah elok dilakukan. Toh kalau yakin menang, mengapa tidak melalui konvensi yang melegitimasi Partai Golkar sebagai partai modern dan demokratis?
Apapun cara yang dilakukan Partai Golkar menjaring capresnya, anggap saja Ical yang dipilih. Adakah kansnya menang tinggi jika (prediksi saya) Partai Golkar leading dalam pemilu 2014 nanti? Untuk menjawab ini rasanya masih perlu otak-atik tiga hal. Pertama siapa cawapresnya, partai mana yang menjadi mitra koalisi, dan seberapa intens Ical menghapus 'keburukan-keburukannya'.
'Keburukan' paling besar yang menghambat laju popularitasnya (populer karena kebaikan) adalah kasus Lapindo. Kendati soal lumpur ini secara yuridis bukan tanggungjawabnya, tetapi rakyat, tidak hanya rakyat Sidoarjo melihat, bahwa 'kesengsaraan' itu gara-gara Ical. Ketum Partai Golkar inilah yang dituding sebagai biang-keladi penderitaan itu.
Untuk mendelete citra buruk itu, cara paling efektif adalah 'mensurgakan' korban Lapindo. Tanpa itu jangan harap Ical menang dalam pemilu, biarpun didukung cawapres terbaik, dan mitra koalisi partai besar. Sebab Lapindo telah menjadi 'money changer'. Berbagai 'mata uang asing' (partai lain) datang di tempat ini, dan berdagang untuk berbagai kepentingan. Bagaimana dengan massa Partai Golkar yang besar?
Jangan berharap banyak terhadap konstituen partai ini. Jabatan ketum tidak menjamin loyalitas individu. Orang Partai Golkar hanya cinta terhadap partainya. Dia patuh jika untuk kepentingan partai. Dia rela bertarung kalau untuk kebesaran partai. Sedang uang dan jabatan diterima, tanpa jaminan hatinya akan terpana pada pemberinya. Ical harus belajar banyak dari kemenangannya di Munas Pekanbaru, yang jika ditunda seminggu saja, akan mengalahkannya, karena mesin politiknya tidak serapi kandidat yang lain.
Terus bagaimana kans Ical? Tinggal kita tunggu maksimal tahun depan. Perubahan sikapnya di detik-detik terakhir sangat menentukan nasibnya. Berhasil tampil sebagai orang nomor satu, atau terpuruk dikadali orang-orang terdekatnya sendiri. Sebab memang itu kelemahan Ical selama ini.
*) Djoko Suud adalah pemerhati sosial budaya. Penulis tinggal di Jakarta.
Simak rangkuman beragam peristiwa penting dan menarik sepanjang hari ini di "Reportase Malam", pukul 1.00 WIB, hanya di Trans TV.
(vit/vit)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Hasil UN SMA, 99,48 % Siswa di Indonesia Mulus Lulus
13,787 share this. -
Alat Pemantau Gempa di Gunung Dicuri, Keselamatan Masyarakat Terancam
813 share this. -
Tragis! Bocah 7 Tahun Tewas Tertimpa Tubuh Pria yang Loncat Bunuh Diri
676 share this. -
Istri Fathanah Sefti Kini Banjir Job Main FTV
657 share this. -
3 Siswa SMP yang Gagalkan Perkosaan Mendapat Beasiswa Pendidikan
529 share this.
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Kolom Terbaru
Indeks Kolom ยป
-
Rabu, 22/05/2013 10:43 WIB
Bubarkan Partai Korup
-
Senin, 20/05/2013 12:15 WIB
Melihat Arah Ekonomi Jalan Ketiga
-
Rabu, 15/05/2013 10:33 WIB
Politik Bunuh Diri PKS
-
Senin, 13/05/2013 13:28 WIB
Penyitaan Mobil Mewah Elit PKS: Dapatkah Ditolak?
-
Senin, 13/05/2013 09:40 WIB
Catatan Agus Pambagio
e-KTP dan Kegalauan Publik
-
Kamis, 23/05/2013 17:04 WIB
Hasil UN SMA, 99,48 % Siswa di Indonesia Mulus Lulus
-
Kamis, 23/05/2013 18:00 WIB
24 Sekolah Siswanya 100 Persen Tidak Lulus UN
-
Kamis, 23/05/2013 16:54 WIB
Satpam yang Sebut Darin Panggil Luthfi 'Papa' Diancam Orang Tak Dikenal
-
Kamis, 23/05/2013 16:22 WIB
Ibunda: Kalau Darin Istri Luthfi, Saya Mau Rumah, Mobil dan Deposito
-
Kamis, 23/05/2013 16:59 WIB
Warga Heran Polisi Baru Tiba 20 Menit Setelah Pembunuhan Tentara Inggris
-
Kamis, 23/05/2013 18:26 WIB
Ni Adek Vani Menjadi Lulusan Terbaik UN SMA 2013
-
Kamis, 23/05/2013 17:09 WIB
Koper Sudah Kembali, Penumpang Tetap Gugat Lion Air Rp 23 Miliar
-
Kamis, 23/05/2013 18:24 WIB
Diiming-imingi Martabak Super, Siswanto Renggut Keperawan Siswi SMP
-
569 Komentar
-
363 Komentar
-
229 Komentar
-
217 Komentar
-
216 Komentar
-
211 Komentar
-
162 Komentar
-
147 Komentar
-
Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
ProKontra
Index »
Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal
Pro
Kontra
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,844.000
- Rp .000
MustRead
close
-
Kamis, 23/05/2013 15:50 WIB
Darin Diperkirakan Dinikahi Luthfi Saat Umur 18 Tahun
-
Kamis, 23/05/2013 15:46 WIB
Jika Dipanggil KPK Lagi, Darin Tetap Tak Mau Datang
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer















Made Tantrawan (21), mahasiswa Fakultas MIPA UGM memiliki catatan prestasi yang luar biasa. Ia menjadi langganan juara olimpiade internasional dan kini lulus dengan sempurna. Apa resepnya?
Perlawanan para koruptor memang bervariasi. Sejak pertama kali pemberantasan korupsi dilakukan pada permulaan revolusi di Indonesia, tahun 1957, perlawanan sudah terjadi. Perlawanan para koruptor sudah merupakan hukum besi. Hukum perlawanan adalah hukum kemestian.
