Detik.com News
Detik.com

Selasa, 19/06/2012 07:16 WIB

Lika-liku Pemadam Kebakaran, Pertaruhkan Nyawa Demi Selamatkan Nyawa

Rachmadin Ismail - detikNews
Lika-liku Pemadam Kebakaran, Pertaruhkan Nyawa Demi Selamatkan Nyawa Ilustrasi
Jakarta - M Tofik mengalami patah tulang saat berusaha memadamkan api di kawasan Sawah Besar, Jakarta Pusat, Minggu (17/6) dinihari lalu. Nursito dan Iwan Suprianto tewas ketika menjinakkan si jago merah di Tambora, Jakarta Barat. Apa yang dialami mereka adalah segelintir kisah perjuangan para petugas pemadam kebakaran di Indonesia. Perjuangan untuk menyelamatkan nyawa sambil mempertahankan hidup.

Kebakaran masih menjadi momok menakutkan di Indonesia, terutama di kota besar. Peristiwa itu menyumbang 15 persen dari total bencana di Indonesia. Dan Jakarta adalah pemegang rekor terbanyak sebagai kota yang sering dilanda musibah mengerikan ini.

Menurut data di Kemendagri, selama tahun 2011 saja ada 890 peristiwa kebakaran di Jakarta, dari total 16.500 kejadian di 498 kota dan kabupaten se-Indonesia. Di Medan, kebakaran terjadi sebanyak 163 kali, Surabaya 187 kejadian, Bandung 163 kali, Bekasi 127 kali, Depok 124 kali dan Kota Tangerang 167 kali.

Nah, dengan maraknya peristiwa kebakaran ini, petugas pemadam kebakaran pun harus bekerja ekstra keras. Dengan segala keterbatasan alat dan personel, mereka harus berjibaku untuk memadamkan api, termasuk menyelamatkan korban.

Tak jarang, para petugas juga malah ikut menjadi korban. Nama M Tofik, Nursito dan Iwan Suprianto adalah beberapa petugas branwir yang tewas dan luka cukup parah saat bekerja.

"Itu risiko. Di Jakarta pusat saja, sepanjang tahun 2012 ada 43 kebakaran. Setahun kemarin ada 108 kejadian," kata Kepala Suku Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Pusat, Achmad Lamping, saat berbincang dengan detikcom, Selasa (19/6/2012).

"Petugas ada yang putus urat nadinya, ada yang tulangnya bergeser kemarin pas kebakaran di Sawah Besar. Bahkan ada yang tewas di Jakarta Barat, tapi itu tugas, sudah jadi risiko," tambahnya.

Dengan tugas yang berat. Ditambah risiko besar yang diemban, sudah seharusnya pemadam kebakaran diberi penghargaan khusus di masyarakat. Slogan pantang pulang sebelum padam harus dimaknai sebagai bentuk pengabdian tanpa kenal pamrih.

"Kita hanya jadikan tugas ini lillahitaala. Tugas mencari nafkah sekaligus juga ibadah," tutup Achmad yang sudah bekerja sebagai petugas pemadam kebakaran selama 37 tahun ini.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(mad/nvc)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Advetorial Index »
  • Jumat, 22/05/2015 20:11 WIB
    Andrinof Chaniago: Reshuffle, Kami Tak Peduli
    Andrinof Chaniago: Reshuffle, Kami Tak Peduli Ada yang menilai kurang moncernya kinerja tim ekonomi saat ini tak lepas dari kurang optimalnya peran Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Andrinof Chaniago. Kepala Bappenas itu juga dituding banyak memangkas program-program unggulan Presiden Joko Widodo yang tertuang dalam Nawa Cita.
ProKontra Index »

Ayah Pemerkosa Putri Kandung dan Bunuh 4 Anaknya Layak Dihukum Mati!

Sadriansyah, warga Sungai Kunjang, Samarinda, Kaltim tega memperkosa putri kandungnya dan membunuh 4 anak-anak sendiri saat masih kecil. Anggota Komisi VIII DPR Maman Imanulhaq berpendapat, Sadriansyah pantas dihukum mati karena menjadi ayah yang biadab. Bila Anda setuju bahwa hukuman yang setimpal bagi Sadriansyah adalah hukuman mati, pilih Pro!
Pro
90%
Kontra
10%