Senin, 18/06/2012 22:28 WIB

Mobil Wakil Bupati Simalungun Tabrak Bocah Hingga Patah Kaki

Khairul Ikhwan - detikNews
Medan, - Astri Girsang (8) warga Merek Raya, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara (Sumut) menderita patah kaki kiri akibat ditabrak mobil dinas Wakil Bupati Simalungun. Peristiwa tersebut terjadi Senin (18/6) sekitar pukul 13.00 WIB di jalan umum km 24-25 Pematangsiantar Saribudolok tepatnya Simpang Lima tak jauh dari tempat tinggal korban.

Keterangan yang diperoleh menyebutkan, peristiwa kecelakaan itu berawal ketika mobil dinas Toyota Fortuner bernomor polisi BK 9 T yang dikemudikan Muliadi (38) yang membawa Wakil Bupati Simalungun Nuriaty Damanik meluncur dari arah Pematang Raya menuju Pematang Siantar.

Tiba tiba korban menyeberang jalan dan membuat pengemudi terkejut dan mencoba banting stir. Meski mencoba menghindar mobil tetap saja menabrak korban.

Setelah itu, mobil berhenti dan Nuriaty Damanik turun dari mobilnya. Lalu dia membawa korban ke Rumah Sakit Umum (RSU) Vita Insani di Pematangsiantar.

Terkait masalah ini, Kasat Lantas Polres Simalungun, AKP Baginda Sitohang membenarkan mobil yang menabrak itu memang mobil dinas wakil bupati. Pihak kepolisian telah memeriksa Muliadi.

"Pengemudi telah diperiksa dan dimintai keterangan," jelas Baginda.


Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(rul/fjp)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/08/2014 12:40 WIB
    ANS Kosasih: Fokus Pelayanan Prima TransJ, Kurangi 1 Juta Perjalanan di 2017
    Gb PT Transportasi Jakarta baru saja dibentuk pada Maret 2014 lalu. PT Transportasi Jakarta ini masih mengalami masa transisi dari BLU UP TransJakarta. Fokus mereka menggunakan teknologi untuk meningkatkan pelayanan menjadi prima hingga bisa mengurangi 1 juta perjalanan di tahun 2017 nanti.
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
90%
Kontra
10%
MustRead close