Senin, 18/06/2012 20:41 WIB

Pengunjung Tanpa Tiket Memaksa Masuk, Konser Iwan Fals di PRJ Ricuh

Rivki - detikNews
Jakarta, - Sedikit kericuhan sempat terjadi di area Pekan Raya Jakarta (PRJ), Kemayoran, Jakarta Utara. Sekitar 30-an penggemar musisi Iwan Fals hendak menerobos masuk tanpa membayar tiket.

"Bukan keributan, tapi penggemar Iwan Fals yang tidak punya tiket mau masuk," ujar Kapolsek Kemayoran, Kompol Sudanto, saat ditemui di area PRJ, Senin (18/6/2012).

"Jadi dorong-dorong pagar. Kejadiannya sendiri di pintu masuk sebelah barat, pintu G. Ada sekitar 30-an orang," imbuhnya.

Insiden ini tidak berlangsung lama karena sejumlah personel kepolisian yang ada di lokasi berhasil membuarkan massa. Tidak ada korban jiwa maupun kerusakan akibat insiden ini.

"Sekarang sudah dibubarkan. Tidak ada yang rusak," jelas Sudanto.

Pantauan detikcom di area PRJ, sekitar pukul 20.30 WIB, terlihat seratusan pemuda yang merupakan penggemar Iwan Fals memenuhi kawasan parkir PRJ.

Mereka bergerombol sembari menunggu masuk ke dalam, untuk menyaksikan penampilan idolanya. Sebagian besar tampak mengenakan atribut dan baju bergambar Iwan Fals dan juga membawa bendera OI yang melambangkan fans Iwan Fals.

Sementara kondisi di sekitar pintu G terpantaus sudah aman. Terlihat ada sekitar 30-an polisi berseragam yang berjaga-jaga di sekitar pintu G.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(nvc/fjp)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/08/2014 12:40 WIB
    ANS Kosasih: Fokus Pelayanan Prima TransJ, Kurangi 1 Juta Perjalanan di 2017
    Gb PT Transportasi Jakarta baru saja dibentuk pada Maret 2014 lalu. PT Transportasi Jakarta ini masih mengalami masa transisi dari BLU UP TransJakarta. Fokus mereka menggunakan teknologi untuk meningkatkan pelayanan menjadi prima hingga bisa mengurangi 1 juta perjalanan di tahun 2017 nanti.
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
90%
Kontra
10%