detikcom
Senin, 18/06/2012 19:13 WIB

Bawa Ganja 50 Kg, Mukharrom Dituntut 15 Tahun Penjara

Salmah Muslimah - detikNews
Puluhan kg ganja (ari saputra/detikcom)
Jakarta - Bandar ganja partai besar, Mukharram (36) dituntut jaksa dengan hukuman 15 tahun penjara. Mukharram dituduh bersalah karena menjadi perantara perdagangan ganja sekitar 48 kg dari Aceh ke Jakarta.

"Menuntut majelis hakim menjatuhkan pidana penjara selama 15 tahun dikurangi dengan masa penahanan, dengan perintah agar terdakwa tetap ditahan," kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ahmad Junaedi saat persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus), Jalan Gadjah Mada, Jakarta, Senin, (18/6/2012).

Jaksa mendakwa Mukharram bersalah karena telah melanggar pasal 114 ayat (1) jo pasal 132 ayat (1) UU 35/2009 tentang Narkotika. Jaksa menilai perbuatan terdakwa bertentangan dengan program pemerintah yang sedang giat-giatnya memberantas peredaran narkotika. Selain itu perbuatan terdakwa dapat merusak mental generasi muda.

"Barang bukti yang memberatkan terdakwa berupa 2 peti ganja sebanyak 50 bungkus dengan berat sekitar 48 kg, 1 buah BlackBerry yang digunakan terdakwa untuk berkoordinasi dengan bandar," ujar Ahmad.

Kejadian bermula saat Mukharam berencana menawarkan ganja yang dia dapat dari temannya di Aceh yang bernama Abdur Rauf seharga Rp 400 ribu per kg. Demi meraup untung, Mukharram menawarkan ganja tersebut kepada temannya di Jakarta, Saifulloh seharga Rp 600 ribu per kg.

Tanggal 24 Oktober 2011 ganja dikirimkan melalui Bandara Polonia Medan. Petugas bandara mencurigai barang tersebut berisi ganja dan setelah diperiksa ternyata isinya ganja. Lalu petugas Bandara Polonia langsung menghubungi kepolisian Medan untuk ditindaklanjuti.

Kepolisian lantas menghubungi pihak Bandara Soekarno-Hatta untuk menahan paket tersebut. Dari keterangan saksi akhirnya pada tanggal 29 Oktober 2011 Mukharram ditangkap petugas di sebuah warung kopi di Lhokseumawe.


seorang Bocah SD diadu Berkelahi Oleh temannya Hingga Muntah darah. Saksikan Informasi Selengkapnya di "Reportase Pagi", pukul 04.26 - 05.23 WIB, hanya di TRANS TV

(asp/vit)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 17/06/2013 18:39 WIB
    Dirjen KA Tundjung Inderawan Bicara Mental Penumpang dan Seramnya MRT Subway
    Gb Seraya membangun infrastruktur seperti stasiun dan rel kereta api, Kemenhub juga mengkhawatirkan mental penumpang kereta yang belum tertib. Apalagi, teknologi maju kereta bawah tanah bakal dibangun di Jakarta. Kekhawatiran timbul bila perilaku penumpang KA masih timpang dengan teknologi transportasi.
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
33%
Kontra
67%