detikcom
Senin, 18/06/2012 13:55 WIB

Ikhwanul Muslimin Klaim Menangi Pilpres Mesir, Shafiq Membantah

Rita Uli Hutapea - detikNews
Mohammed Mursi (AFP)
Kairo, - Partai Ikhwanul Muslimin mengklaim kemenangan untuk calon presiden (capres) Mohammed Mursi dalam pemilihan presiden (pilpres) bersejarah Mesir. Namun rivalnya, Ahmed Shafiq membantah kemenangan tersebut.

"Kampanye Mohammed Mursi mengumumkan... kemenangannya sebagai presiden republik Arab Mesir sesuai hasil-hasil yang dilaporkan oleh perwakilan-perwakilannya dan catatan penghitungan dari semua tempat pemungutan suara," demikian disampaikan Ikhwanul Muslimin seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (18/6/2012).

Menurut Ikhwanul, Mursi telah meraih 52 persen suara. "Ini momen yang telah dinanti rakyat Mesir," kata kepala kampanye Mursi, Ahmed Abdelati.

Namun rival Mursi, Ahmed Shafiq mengklaim justru pihak merekalah yang unggul. Hasil penghitungan suara menunjukkan bahwa Shafiq, mantan perdana menteri era kepresidenan Hosni Mubarak itu memimpin perolehan suara.

"Kami menolak sepenuhnya," cetus Mahmud Barakeh mengenai klaim kemenangan Ikhwanul. "Kami heran akan perilaku aneh ini yang merupakan pembjakan hasil pemilihan," ujarnya.

Di kantor pusat kampanye Mursi, para pendukung berkumpul untuk merayakan kemenangan Mursi. Massa bersorak-sorai kegirangan atas pengumuman ini. Bahkan sebagian demonstran tampak meneteskan air mata. Ratusan orang juga berkumpul di Lapangan Tahrir untuk merayakan kemenangan Mursi.

Komisi pemilu Mesir menyatakan hasil resmi penghitungan suara baru akan diumumkan pada 21 Juni mendatang.

(ita/nrl)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    45%
    Kontra
    55%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel