detikcom
Senin, 18/06/2012 12:40 WIB

Marsidi, Sang Pejuang Kehidupan dari Desa Terpencil

M Rizki Maulana - detikNews
Jakarta - Hidup di sebuah desa yang terpencil dan jauh dari kota mungkin dianggap oleh sebagian orang sebagai sebuah hambatan. Namun tidak bagi Marsidi (53), Kepala Desa di Desa Mengkang, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mangondow, Sulawesi Utara.

Marsidi bapak dua anak ini, menunjukkan bagaimana seorang kepala desa, bekerja demi kepentingan masyarakat desanya. Dia membangun sebuah pembangkit listrik tenaga air atau micro hydro (PLTMH). Tujuannya hanya satu agar masyarakat desa di tempatnya dapat menikmati listrik seperti layaknya masyarakat di perkotaan.

"Saya mulai membangun PLTMH sejak tahun April 2006. Saat itu suasana di desa sangat gelap. Makanya langsung tergerak untuk membuat pembangkit listik yang ramah lingkungan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari," ujar Marsidi, saat ditemui di kawasan Pertokoan Megamas, Manado, Sulawesi Utara, Minggu (17/6/2012).

Bermodal uang Rp 10 juta dan ilmu yang diperolehnya selama belajar di sekolah jurusan elektro, PLTMH buatannya dirakit mengandalkan aliran sungai dari Taman Nasional Bogani Wartabone. Pada tahun 2010, kemampuannya ditingkatkan agar jangkauan dan kapasitas aliran listiknya bisa lebih besar.

Marsidi juga tidak mengambil pungutan atas aliran listriknya itu. Dia hanya mewajibkan bagi tiap penduduk desa yang ingin menggunakan listrik membayar Rp 10 ribu/bulan. Selain itu syarat lain adalah dia meminta warga untuk tidak membuang sampah di aliran sungai. Karena sampah dapat mengganggu arus air yang otomatis menganggu pasokan listrik bagi seluruh desa.

"Kini setiap rumah bisa menggunakan lampu. Anak-anak bisa menonton televisi, ibu-ibu juga bisa memanfaatkan listrik dalam proses memasak seperti ketika menggunakan blender," terang Marsidi

Keuletan dan keikhlasan Marsidi mmbuat dirinya dinobatkan oleh PT Astra Honda Motor (AHM) sebagai pejuang kehidupan. PT AHM menilai Marsidi mempunyai kesamaan dengan perusahaan pemegang merk Honda tersebut karena menciptakan sebuah produk yang inovatif dan ramah lingkungan.

Marsidi dinobatkan sebagai salah seorang pejuang kehidupan untuk wilayah Sulawesi. Penobatan pejuang kehidupan ini, masih dalam satu rangkaian dengan program 'Ekspedisi Nusantara' yang digagas oleh Honda. Program ini juga berhasil memecahkan dua Rekor MURI sekaligus.

Karena kerja sama inilah akhirnya Marsidi mendapat satu unit motor Honda Revo, sebagai bentuk apresiasi terhadap kerja keras Marsidi. Satu unit Honda Revo dan penghargaan ini diberikan oleh Marketing Director PT AHM Margono Tanuwijaya dan vokalis band Nidji, Giring.

"Saya senang sekali diberikan penghargaan seperti ini. Semoga bisa bermanfaat bagi saya dan warga desa saya," ucapnya haru.

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(riz/vit)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
74%
Kontra
26%