detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Senin, 21/04/2014 07:26 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Senin, 18/06/2012 12:40 WIB

Marsidi, Sang Pejuang Kehidupan dari Desa Terpencil

M Rizki Maulana - detikNews
Jakarta - Hidup di sebuah desa yang terpencil dan jauh dari kota mungkin dianggap oleh sebagian orang sebagai sebuah hambatan. Namun tidak bagi Marsidi (53), Kepala Desa di Desa Mengkang, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mangondow, Sulawesi Utara.

Marsidi bapak dua anak ini, menunjukkan bagaimana seorang kepala desa, bekerja demi kepentingan masyarakat desanya. Dia membangun sebuah pembangkit listrik tenaga air atau micro hydro (PLTMH). Tujuannya hanya satu agar masyarakat desa di tempatnya dapat menikmati listrik seperti layaknya masyarakat di perkotaan.

"Saya mulai membangun PLTMH sejak tahun April 2006. Saat itu suasana di desa sangat gelap. Makanya langsung tergerak untuk membuat pembangkit listik yang ramah lingkungan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari," ujar Marsidi, saat ditemui di kawasan Pertokoan Megamas, Manado, Sulawesi Utara, Minggu (17/6/2012).

Bermodal uang Rp 10 juta dan ilmu yang diperolehnya selama belajar di sekolah jurusan elektro, PLTMH buatannya dirakit mengandalkan aliran sungai dari Taman Nasional Bogani Wartabone. Pada tahun 2010, kemampuannya ditingkatkan agar jangkauan dan kapasitas aliran listiknya bisa lebih besar.

Marsidi juga tidak mengambil pungutan atas aliran listriknya itu. Dia hanya mewajibkan bagi tiap penduduk desa yang ingin menggunakan listrik membayar Rp 10 ribu/bulan. Selain itu syarat lain adalah dia meminta warga untuk tidak membuang sampah di aliran sungai. Karena sampah dapat mengganggu arus air yang otomatis menganggu pasokan listrik bagi seluruh desa.

"Kini setiap rumah bisa menggunakan lampu. Anak-anak bisa menonton televisi, ibu-ibu juga bisa memanfaatkan listrik dalam proses memasak seperti ketika menggunakan blender," terang Marsidi

Keuletan dan keikhlasan Marsidi mmbuat dirinya dinobatkan oleh PT Astra Honda Motor (AHM) sebagai pejuang kehidupan. PT AHM menilai Marsidi mempunyai kesamaan dengan perusahaan pemegang merk Honda tersebut karena menciptakan sebuah produk yang inovatif dan ramah lingkungan.

Marsidi dinobatkan sebagai salah seorang pejuang kehidupan untuk wilayah Sulawesi. Penobatan pejuang kehidupan ini, masih dalam satu rangkaian dengan program 'Ekspedisi Nusantara' yang digagas oleh Honda. Program ini juga berhasil memecahkan dua Rekor MURI sekaligus.

Karena kerja sama inilah akhirnya Marsidi mendapat satu unit motor Honda Revo, sebagai bentuk apresiasi terhadap kerja keras Marsidi. Satu unit Honda Revo dan penghargaan ini diberikan oleh Marketing Director PT AHM Margono Tanuwijaya dan vokalis band Nidji, Giring.

"Saya senang sekali diberikan penghargaan seperti ini. Semoga bisa bermanfaat bagi saya dan warga desa saya," ucapnya haru.

Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(riz/vit)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
78%
Kontra
22%
MustRead close