detikcom
Senin, 18/06/2012 09:11 WIB

Sepandai-pandainya Menyamar, Akhirnya...

Deden Gunawan - detikNews
Jakarta - Neneng Sri Wahyuni akhirnya mengakhiri masa persembunyiannya. Setelah hampir 10 bulan berstatus buron, tersangka kasus korupsi proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi itu pun ditangkap petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Istri mantan Bendahara Umum DPP Partai Demokrat M. Nazaruddin itu ditangkap di rumahnya di Jalan Pejaten Raya Nomor 7, Jakarta Selatan. Mengenakan baju muslim hitam bermotif polkadot plus cadar kotak-kotak warna cokelat menutup mukanya, ia dibawa penyidik untuk ditahan KPK.

Informasi yang diperoleh majalah detik, rencana keberangkatan Neneng secara diam-diam ke Indonesia diketahui Badan Intelijen Nasional (BIN), sejak Senin, 11 Juni 2012. BIN juga mendapat informasi rute perjalanan yang akan dilalui Neneng ke Jakarta. Bahkan nama samaran yang akan digunakan Neneng untuk mengelabui petugas imigrasi juga diberikan. Nama samarannya Nadia.

Informasi lainnya, Neneng yang berganti nama Nadia menggunakan kapal Indomas 3 yang melayani rute Stulang Laut, Johor Bahru, Malaysia-Batam. Kapal ini berkapasitas lebih 100 orang. Biasanya dalam sehari kapal ini satu sampai dua kali melakukan perjalanan Johor-Batam, tergantung banyaknya penumpang.

***

Tulisan lengkap Duh…Neneng bisa dibaca di edisi terbaru Majalah Detik (edisi 29, 18 Juni 2012). Edisi ini mengupas tuntas kasus Neneng Sri Wahyuni ‘Duh…Neneng’, juga ikuti artikel lainnya yang tidak kalah menarik seperti rubrik Laporan Khusus ‘Rebutan Balung Keraton Solo’, Nasional membahas ‘Bahaya Siraman Uang NasDem’, Internasional ‘Cobaan Bad June Buat Obama’, rubrik gaya hidup ‘Great Sale: Jakarta Vs Singapura’, berita komik ‘Ribut Anjing Tetangga’ rubrik seni dan hiburan dan review film ‘Prometheus’, WKWKWK ‘Dikira Demonstran, Polisi Dihajar PNS’, serta masih banyak artikel menarik lainnya.

Untuk aplikasinya bisa di-download di apps.detik.com dan versi pdf bisa di-download www.majalahdetik.com Selamat menikmati!

(iy/iy)

Dapatkan ulasan lengkap Fokus dengan mendownload edisi Majalah detik melalui tablet Android dan iPad, atau download versi PDFnya di majalahdetik.com.





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Laporan Khusus Terbaru Indeks Laporan Khusus ยป
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel
    MustRead close