Minggu, 17/06/2012 17:36 WIB

Sosiolog UI: Tagline 'Berkumis' di Pilkada Sah-sah Saja!

Sukma Indah Permana - detikNews
Jakarta - Sosiolog dari Universitas Indonesia Tamrin Amal Tamagola menyebut penggunaan tagline iklan 'Berkumis' oleh pasangan cagub/cawagub DKI Jakarta Hendardji Soepandji-Ahmad Riza Patria, tidak masalah. Menurutnya kata 'Berkumis" sebagai singkatan dari berantakan kumuh dan miskin merupakan istilah yang biasa digunakan dalam literasi ilmiah.

"Memang artinya itu kok. Istilah itu sudah setara dengan 'miskot' yang artinya miskin kota. Sudah wajar digunakan dalam literasi ilmiah," ujar Thamrin dalam diskusi bertajuk "Black Campaign dalam Pilkada DKI Jakarta 2012" di Bakoel Koffie, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (17/6/2012).

Menurutnya, wajar bila ada pihak tertentu yang tersinggung dengan tagline tersebut. "Istilah 'berkumis' itu sah. Jadi kalau dia berkumis lalu tersinggung, ya itu masalahnya," sebut Tamrin.

Sementara itu, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) saat ini sedang melakukan pengkajian mengenai masalah ini dengan melibatkan tim ahli.

"Mereka adalah ahli bahasa dari UI, UNJ, dan dari periklanan. Akan dianalisis apakah bahasa ini boleh dipergunakan di depan umum," jelas anggota Panwaslu, M. Jufri.

Jufri menambahkan hingga saat ini sudah dua kali pertemuan yang dihadiri pihak pelapor dan terlapor. Namun, hasilnya belum bisa diumumkan karena proses analisis masih berlangsung.

Sebelumnya, cagub perseorangan, Hendardji Soepandji dalam kampanye di sejumlah tempat mengatakan dirinya berjanji akan membuat Jakarta tidak berantakan, kumuh dan miskin atau disingkat 'berkumis'.

Tagline ini dibalas Fauzi Bowo yang terkenal dengan kumis tebalnya. "Kumis ini bisa jadi ikon kuat jadi gubernur untuk membasmi kemiskinan dan kekumuhan itu," ujarnya.


Per-1 Juni, PT.KAI Commuter Jabodetabek berlakukan tarif progresif. Selengkapnya di "Reportase Malam", pukul 02.52 WIB, hanya di Trans TV.

(fdn/fer)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
      Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
      Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    61%
    Kontra
    39%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel