Minggu, 17/06/2012 14:29 WIB
Abdul Malik, Hidup dari Kolong Jembatan Pindah ke Gorong-gorong
Gorong-gorong Abdul Malik di bantaran kali
Pria kelahiran Pasuruan, Jawa Timur, pada tahun 1987 ini sudah meninggalkan tanah kelahirannya 6 tahun lalu, tanpa sanak saudara menyertai atau yang bisa ditumpangi. Karena berijazah SD, tak ada yang berminat menerima Abdul Malik.
Lantas, Abdul memilih berjuang hidup dari memulung sampah selama 2 tahun di kawasan Rasuna Epicentrum, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta. Selama memulung, penghasilan Abdul hanya cukup untuk makan. Bayangkan, rutinitas memulung itu dilakoninya sejak magrib hingga pukul 12 tengah malam.
Abdul tak lantas menjual hasil pulungannya, melainkan mengumpulkannya lebih dulu. Dua hari memulung, Abdul mendapatkan hasil 2 kilogram yang lantas dijualnya ke pengepul. Rp 15 ribu pun dikantongi.
Karena hanya cukup untuk makan, Abdul tak memiliki uang lebih untuk menyewa tempat tinggal yang layak. Sehari-hari Abdul hidup di kolong jembatan dekat Gedung KPK, beralaskan kardus.
Suatu hari, ada seorang mandor bangunan iba melihat Abdul yang memulung sampah. Lantas sang mandor menawarkan pekerjaan menjadi tenaga harian lepas Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta.
"Wah mau sekali saya, yang penting rezeki itu halal," ujar Abdul Malik kala mendapat perkerjaan itu, saat ditemui detikcom, Sabtu (16/6/2012) malam.
Sebagai tenaga harian lepas Dinas PU, Abdul membersihkan saluran-saluran di Kali Cideng yang mampet. Air kali yang hitam dan kotor tidak dipedulikan Abdul demi untuk mengais rezeki, membersihkan saluran dari sampah plastik hingga bangkai tikus. Dari pekerjaan ini, Abdul memperoleh Rp 40 ribu per hari.
Suatu saat membersihkan Kali Cideng, dia melihat ada gorong-gorong tempat saluran pembuangan dari apartemen. Mulanya, Abdul menggunakan gorong-gorong ini untuk tempatnya mandi.
"Mandinya tiap malam, pakai celana doang, nggak kelihatan kalau lagi mandi. Gatal-gatal sih sudah biasa, ya kondisinya memang seperti ini, mau bagaimana lagi," jelas Abdul.
Lantas Abdul mengamati lama-lama gorong-gorong ini tak digunakan lagi alias mati. Abdul pun memutuskan pindah hunian dari bawah kolong jembatan ke gorong-gorong di kawasan Rasuna Epicentrum, Kuningan.
"Kalau di bawah jembatan, kalau hujan suka kebanjiran, terus kalau malam dingin banget," sambungnya.
"Sudah hampir satu tahun saya tinggal di sini, setidaknya gorong ini lebih baik dibandingkan tempat tinggal saya sebelumnya," tutur Abdul.
Pantauan detikcom, gorong-gorong yang ditempati Abdul itu berupa tabung berdiameter 70 cm dengan panjang 3 meter. Gorong-gorong ini persis terletak di bantaran Kali Cideng.
(nwk/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Polri Tugasnya untuk Kemanusiaan, Bukan Berbisnis!
651 share this. -
Wanita Muda di Semarang Ditemukan Tewas dengan Luka di Tubuhnya
498 share this. -
Korea Utara Kembali Uji Rudal Jarak Pendek Keempatnya
350 share this. -
Korban Runtuhan Tambang Freeport di Papua Bertambah Jadi 8
292 share this. -
Pencopet Tewas Tertabrak Busway usai Beraksi di Bogota
272 share this.
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru
Indeks Berita ยป
-
Senin, 20/05/2013 07:09 WIB
Rumah Luthfi Hasan Resmi Disegel KPK
-
Senin, 20/05/2013 07:03 WIB
Aiptu Labora Bekerja Sendiri, Tidak Ada Bekingan Dari Atasan
-
Senin, 20/05/2013 06:21 WIB
Hindari Jalan di Depan Trisakti Grogol dan Indosiar, Masih Terendam Banjir
-
Senin, 20/05/2013 06:15 WIB
13 Korban Tewas Runtuhan Tambang Freeport Papua Berhasil Dievakuasi
-
Senin, 20/05/2013 05:43 WIB
Polisi Tangkap Pelaku Penganiayaan Anggota Narkoba Mabes Polri
-
Senin, 20/05/2013 06:21 WIB
Hindari Jalan di Depan Trisakti Grogol dan Indosiar, Masih Terendam Banjir
-
Senin, 20/05/2013 05:43 WIB
Polisi Tangkap Pelaku Penganiayaan Anggota Narkoba Mabes Polri
-
Senin, 20/05/2013 06:10 WIB
13 Korban Tewas Runtuhan Tambang Freeport Papua Berhasil Dievakuasi
-
Senin, 20/05/2013 04:56 WIB
Polri Tugasnya untuk Kemanusiaan, Bukan Berbisnis!
-
Senin, 20/05/2013 06:57 WIB
Aiptu Labora Bekerja Sendiri, Tidak Ada Bekingan Dari Atasan
-
Senin, 20/05/2013 03:42 WIB
Ini Pengakuan Komandan Milisi yang Memakan Jantung Tentara Suriah
-
Senin, 20/05/2013 07:05 WIB
Rumah Luthfi Hasan Resmi Disegel KPK
-
Senin, 20/05/2013 04:11 WIB
Pencopet Tewas Tertabrak Busway usai Beraksi di Bogota
-
348 Komentar
-
232 Komentar
-
228 Komentar
-
211 Komentar
-
209 Komentar
-
208 Komentar
-
201 Komentar
-
173 Komentar
-
Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
ProKontra
Index »
Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS
Pro
Kontra
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,837.000
- Rp .000
MustRead
close
-
Minggu, 19/05/2013 18:02 WIB
Polda Metro Resmi Menahan WN Nepal Penabrak Warga Hingga Tewas
-
Minggu, 19/05/2013 17:28 WIB
Aiptu Labora Dijerat Pasal Pencucian Uang dan Undang-Undang Kehutanan
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer


.gif)





_5.gif)






Namanya Markamah. Semangat perempuan berusia 46 tahun ini tak pernah padam untuk menyalakan lilin pendidikan di tempat-tempat marjinal. Mulai dari memberantas buta huruf di Marunda, mengajar anak-anak PSK di Jakarta Barat hingga kini menjalankan roda sekolah semi permanen yang dikepung pabrik.
Prinsip Sun Tzu dalam bukunya The Art of War, “Pertahanan Terbaik adalah Menyerang” nampaknya sedang diadopsi oleh PKS saat terjepit berhadapan dengan kasus hukum di KPK. Upaya perlawananoleh PKS yaitu melaporkan sejumlah penyidik dan jubir KPK kepada Kepolisian.

