detikcom
Minggu, 17/06/2012 14:08 WIB

LSI: Golkar Jawara, Demokrat Terus Melorot!

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Jakarta - Jika pemilu legislatif dilaksanakan hari ini, maka posisi Partai Demokrat (PD) melorot jauh di bawah dua partai pesaingnya. Perolehan suara PD bisa jadi terus menurun hingga di bawah 10 persen.

Hal tersebut berdasarkan hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) yang dilakukan pada 2-11 Juni 2012, dengan metode multistage random sampling dari 1.200 responden. Survei ini dilakukan dengan metode wawancara.

"Dukungan publik terhadap Partai Demokrat kini tinggal 11.3 persen," ujar peneliti LSI Adjie Alfaraby di kantor LSI, Jalan Pemuda, Jakarta Timur, Minggu (17/6/2012).

Menurut Adji, jika dibandingkan dengan survei sebelumnya sejak Januari 2011 dengan hasil 20.5 persen, maka hingga Januari 2012, elektabilitas PD merosot ke 13.7 persen.

"Survei ini menunjukkan tren menurun yang terus terjadi. Jika tidak ditahan, tren akan terus menurun dan menyamai perolehan PD 2004 yang hanya di angka 7.5 persen," terangnya.

Dari hasil survei itu, Golkar berada diurutan pertama dengan menembus angka di atas 20 persen atau tepatnya 20.9 persen.

"Sementara PDIP tetap di nomor dua dengan dukungan 14 persen," kata Adjie.

Untuk partai lain, lanjut Adjie seperti Gerindra, PKS, NasDem, PKB, PAN, PPP, Hanura tidak mendapatkan dukungan di atas 5 persen dari survei itu. Sementara itu responden yang belum menentukan dukungan terhadap partai sebesar 31.4 persen.

"Jarak Partai Golkar dengan dua partai yaitu PDIP dan PD kini di atas 5 persen. Ini jarak dukungan yang signifikan," ujarnya.


(fiq/fdn)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel