detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Jumat, 18/04/2014 20:42 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Sabtu, 16/06/2012 20:09 WIB

Kecelakaan Maut di Tambang Batu Bara, Mobil Korban Terseret 20 Meter

Robert - detikNews
Samarinda - Kepolisian bergerak cepat menyelidiki kecelakaan maut yang menewaskan 5 orang di areal tambang batu bara di Kutai Barat, Kalimantan Timur. Dugaan sementara, Dump Truck (DT) dengan kecepatan tinggi menghantam mobil dobel kabin berlawanan arah.

"Kecelakaan kerja terjadi di kilometer 14 jalan hauling PT Gunung Bayan Pratama Coal. Trailer DT bermuatan batu bara dengan kecepatan tinggi menabrak mobil dobel kabin yang berlawanan arah," kata Kabid Humas Polda Kaltim, Kombes Pol Antonius Wisnu Sutirta kepada detikcom di ujung telepon, Sabtu (16/6/2012) malam WITA.

Wisnu menjelaskan, trailer DT sebelum mengalami kecelakaan, melintas melalui jalan hauling angkutan batu bara dengan kondisi kontur jalan menurun dan menikung.

"Diduga pengemudi trailer DT tidak bisa menguasai laju kendaraan sehingga menabrak mobil di depannya itu," ujar Wisnu.

"Setelah menabrak, mobil tersebut sempat terseret sejauh kurang lebih 20 meter mengingat tabrakan yang sangat keras dari trailer DT," tambahnya.

Ditambahkan Wisnu, berdasarkan laporan hasil penyelidikan di lapangan yang disampaikan Kapolres Kutai Barat AKBP Handoyo dan diterima Polda Kaltim, 4 dari 5 korban tewas tercatat sebagai karyawan salah satu perusahaan alat berat ternama masing-masing Mispandana (20), Dwi Meiwanto (20), Marianus Deri (34) serta Agus Haryanto (24).

"Jadi mobil dobel kabin itu kesemuanya berpenumpang 5 orang dan meninggal dunia. Seorang lagi korban adalah sopir DT, Husen, karyawan Gunung Bayan, mengalami luka-luka," terang Wisnu menegaskan.

"Kasat Reskrim dan Kasat Intelkam Polres Kutai Barat beserta tim bersama 4 org anggota, berada di lokasi kejadian untuk mmebantu proses penyidikan yang dilakukan Polsek Jempang," tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, kecelakaan maut yang terjadi di areal perusahaan tambang batu bara PT Gunung Bayan Pratama Coal, yang beroperasi di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, merenggut nyawa 5 orang tewas, seorang lagi mengalami luka-luka. Insiden nahas itu terjadi Jumat (16/6/2012) malam kemarin, sekitar pukul 22.00 WITA.


Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(mad/mad)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
79%
Kontra
21%