detikcom
Sabtu, 16/06/2012 20:09 WIB

Kecelakaan Maut di Tambang Batu Bara, Mobil Korban Terseret 20 Meter

Robert - detikNews
Samarinda - Kepolisian bergerak cepat menyelidiki kecelakaan maut yang menewaskan 5 orang di areal tambang batu bara di Kutai Barat, Kalimantan Timur. Dugaan sementara, Dump Truck (DT) dengan kecepatan tinggi menghantam mobil dobel kabin berlawanan arah.

"Kecelakaan kerja terjadi di kilometer 14 jalan hauling PT Gunung Bayan Pratama Coal. Trailer DT bermuatan batu bara dengan kecepatan tinggi menabrak mobil dobel kabin yang berlawanan arah," kata Kabid Humas Polda Kaltim, Kombes Pol Antonius Wisnu Sutirta kepada detikcom di ujung telepon, Sabtu (16/6/2012) malam WITA.

Wisnu menjelaskan, trailer DT sebelum mengalami kecelakaan, melintas melalui jalan hauling angkutan batu bara dengan kondisi kontur jalan menurun dan menikung.

"Diduga pengemudi trailer DT tidak bisa menguasai laju kendaraan sehingga menabrak mobil di depannya itu," ujar Wisnu.

"Setelah menabrak, mobil tersebut sempat terseret sejauh kurang lebih 20 meter mengingat tabrakan yang sangat keras dari trailer DT," tambahnya.

Ditambahkan Wisnu, berdasarkan laporan hasil penyelidikan di lapangan yang disampaikan Kapolres Kutai Barat AKBP Handoyo dan diterima Polda Kaltim, 4 dari 5 korban tewas tercatat sebagai karyawan salah satu perusahaan alat berat ternama masing-masing Mispandana (20), Dwi Meiwanto (20), Marianus Deri (34) serta Agus Haryanto (24).

"Jadi mobil dobel kabin itu kesemuanya berpenumpang 5 orang dan meninggal dunia. Seorang lagi korban adalah sopir DT, Husen, karyawan Gunung Bayan, mengalami luka-luka," terang Wisnu menegaskan.

"Kasat Reskrim dan Kasat Intelkam Polres Kutai Barat beserta tim bersama 4 org anggota, berada di lokasi kejadian untuk mmebantu proses penyidikan yang dilakukan Polsek Jempang," tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, kecelakaan maut yang terjadi di areal perusahaan tambang batu bara PT Gunung Bayan Pratama Coal, yang beroperasi di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, merenggut nyawa 5 orang tewas, seorang lagi mengalami luka-luka. Insiden nahas itu terjadi Jumat (16/6/2012) malam kemarin, sekitar pukul 22.00 WITA.


Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(mad/mad)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
45%
Kontra
55%