detikcom
Sabtu, 16/06/2012 19:38 WIB

Kapolda Perintahkan Pengusutan Kasus Sabu Wabup Luwu Dilanjutkan

Muhammad Nur Abdurrahman - detikNews
Makassar - Kasus dugaan pesta sabu yang dilakukan Wakil Bupati Luwu, Syukur Bijak, ternyata belum berhenti penyidikannya. Meski hasil pemeriksaan urine negatif, ada mekanisme penyidikan lain.

Kapolda Sulselbar Irjen Pol Mudji Waluyo di depan para wartawan, di rumah jabatannya, jalan Mappaodang, Makassar, Sabtu (16/6/2012), meminta pengusutan yang melibatkan Syukur tetap dilanjutkan oleh Polrestabes Makassar.

"Kalau ada sinyal kuat, silakan ditindaklanjuti, Polri akan melakukan kegiatan lanjutan dengan Badan Narkotika Nasional (BNN), nantinya akan ditindaklanjuti lagi oleh Polrestabes, pihak BNN dan Polrestabes akan merapatkannya, kalau hasil pemeriksaan urine negatif, rambutnya masih bisa diperiksa," ujar Mudji.

Mudji menambahkan, dalam kasus penggerebekan di sebuah rumah di kompleks Villa Mutiara, Sabtu pekan lalu (9/6/2012), pihaknya telah mencopot Wakasat Narkoba Polrestabes Makassar, Kompol Anwar karena dinilai tidak bersikap profesional dalam menjalankan tugasnya.

"Kami nantinya akan melakukan pemeriksaan pada Kompol Anwar yang dilakukan tim Irwasda, Bikkum dan Dirnarkoba, untuk mengetahui adanya kelalaian atau kesengajaan bersikap tidak profesional dalam kasus penggerebekan tersebut, pencopotan itu adalah resiko ketidakprofesionalannya," pungkas Mudji.

Sementara itu, Syukur saat ini sudah kembali ke kampung halamannya, di Kab. Luwu, pada kamis lalu (14/6/2012). Saat tiba di Walenrang, Luwu, para pendukung dan keluarganya menyambut Syukur layaknya seorang pahlawan yang pulang dari perang. Para pendukungnya meneriakkan takbir dan mengangkat Syukur, sebagai luapan kegembiraannya karena Syukur dilepaskan kembali ke Luwu oleh polisi.


seorang Bocah SD diadu Berkelahi Oleh temannya Hingga Muntah darah. Saksikan Informasi Selengkapnya di "Reportase Pagi", pukul 04.26 - 05.23 WIB, hanya di TRANS TV

(mad/mad)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 17/06/2013 18:39 WIB
    Dirjen KA Tundjung Inderawan Bicara Mental Penumpang dan Seramnya MRT Subway
    Gb Seraya membangun infrastruktur seperti stasiun dan rel kereta api, Kemenhub juga mengkhawatirkan mental penumpang kereta yang belum tertib. Apalagi, teknologi maju kereta bawah tanah bakal dibangun di Jakarta. Kekhawatiran timbul bila perilaku penumpang KA masih timpang dengan teknologi transportasi.
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
33%
Kontra
67%