detikcom
Sabtu, 16/06/2012 17:38 WIB

Perampokan di Riau: Tembak Polisi, Gasak Emas dan Rampas Senpi

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
ilustrasi (jhoni/detikcom)
Pekanbaru - Usai menembak Bribtu Sardianto, sekitar 4 orang pelaku lalu merampok toko emas dan membawa 1 kg emas. Belum cukup lalu kawanan perampok juga mengambil senjata anggota Brimob Polda Riau tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun detikcom, Sabtu (16/6/2012) peristiwa perampokan ini terjadi desa Sialang Kecamatan Perhentian Raja, Kabupaten Kampar, Riau sekitar pukul 10.00 WIB.

Dalam aksinya, kawanan bandit brutal tersebut menggunakan dua sepeda motor. Mereka sengaja sudah menunggu kedatangan toke emas dari Pekanbaru yang akan berjualan di pasar desa setempat.

Begitu para toke akan membuka dagangannya, kawanan perampok ini langsung mendatangi toko dengan membawa senjatan laras panjang dan pistol. Untuk memuluskan aksinya, terlebih dahulu melumpuhkan anggota Brimob Polda Riau, Bribtu Sardianto. Anggota Polri ini ditembak dibagian paha kanannya.

Setelah lumpuh, kawanan rampok ini mengambil emas sekaligus mengambil senjatan milik anggota Brimob Polda Riau.
Kapolres Kampar, AKBP Tri Santoso kepada detikcom membenarkan senjata milik anggota Brimob Polda Riau digondol kawanan perampok.

"Kawanan perampok ini menembak anggota Brimob Polda Riau dan merampas senjatanya. Setelah itu 4 orang perampok ini mengambil emas di toko yang ada di pasar desa tersebut," kata Tri.

Sampai saat ini jajaran Polres Kampar dan Brimob Polda Riau masih menyisir lokasi tempat pelarian para perampok. Di lokasi kejadia, polisi menyita dua unit sepeda motor yang ditinggalkan perampok. Diperkirakan pelaku perampokan ini berlai ketengah perkebunan sawit.



Ikiti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di "Reportase Sore", Pukul 16.30 WIB, Hanya di TRANS TV

(cha/asp)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
33%
Kontra
67%