detikcom
Sabtu, 16/06/2012 17:17 WIB

Anggota Polisi di Sulsel Danai Pesta Sabu

Muhammad Nur Abdurrahman - detikNews
ilustrasi (jhoni/detikcom)
Makassar - Brigadir Syarifuddin, anggota Polres Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel) tertangkap tangan sedang berpesta sabu bersama tiga warga AI, RS dan HW. Dari tangan Syarifuddin didapati satu paket sabu-sabu.

"Brigpol Syarifuddin terbukti terlibat dalam pesta barang haram tersebut," kata Kapolda Sulsel Irjen Mudji Waluyo dalam keterangan pers di rumah jabatannya, Jalan Mappaodang, Makassar, Sabtu (17/6/2012).

Syarifuddin ditangkap anggota Ditnarkoba Polda Sulawesi Selatan di sebuah rumah di Kompleks Permata Hijau, Jalan Sultan Alauddin, Makassar pada Jumat kemarin. Dalam penggerebekan tersebut, ditemukan satu sachet sabu seberat 0,2 gram dan sebuah bong dari botol air mineral.

"Yang saya sangat sesalkan, Brigpol Syarifuddin tidak hanya terlibat, tapi terbukti mendanai pesta sabu senilai Rp 1,5 juta. Ia nanti dikenakan pasal 112 ayat 1, pasal 127 ayat 1, jo pasal 132 ayat 1 UU Republik Indonesia No 35 tahun 2099 tentang Narkotika," ujar Mudji.

Mudji menambahkan, selain menjerat anggotanya dengan UU Narkotika, ia juga akan menerapkan UU Disiplin dan Kode Etik anggota Polri, pasal 13 PP 1 Tahun 2003 yang nantinya menjadi dasar pemecatan secara tidak hormat pada Brigpol Syarifuddin, yang ditangani langsung Ditprofam Polda Sulsel.

Sementara itu, pengusutan tiga warga lainnya akan ditangani langsung oleh Ditnarkoba Polda Sulsel. Dari ketiga tersangka pengguna sabu, salah satunya merupakan ibu rumah tangga, yang berinisial HW.


(mna/asp)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel
    MustRead close