detikcom
Sabtu, 16/06/2012 15:28 WIB

Kecelakaan Maut di Tambang Batu Bara Tewaskan 5 Orang

Robert - detikNews
ilustrasi (dok.detikcom)
Jakarta - Kecelakaan maut yang terjadi di areal perusahaan tambang batu bara di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, merenggut nyawa 5 orang. Adapun satu orang lagi mengalami luka-luka.

Informasi diperoleh detikcom, kejadiaan nahas itu terjadi Jumat (16/6/2012) malam sekitar pukul 22.00 WITA. Pekerja sub kontraktor dan mekanik alat berat yang berada di mobil dobel gardan, bertabrakan dengan kendaraan Dump Truck 12 roda, yang biasanya digunakan untuk mengangkut atau hauling batu bara di lokasi tambang.

"Ya, kejadian kecelakaan itu benar malam tadi sekitar jam 10 malam," kata Kasat Reskrim Polres Kutai Barat, AKP Suparno, ketika dihubungi wartawan, Sabtu (16/6/2012) siang.

Keterangan dihimpun detikcom, 4 orang tewas seketika di lokasi kejadian. Seorang lagi meninggal dunia di perjalanan karena mengalami luka berat dan seorang lainnya masih dirawat di RS Dirgahayu, Samarinda. "Dari kejadian itu, ada 5 orang korban meninggal," ujar Suparno.

Korban tersebut bernama Mispan Dana (20), Dwi Meiwanto (20), Marianus Deri (34), Vicencius Katu (24) dan Agus Haryanto (24). Sedangkan korban luka yang sempat dilarikan ke RS Dirgahayu di Samarinda adalah sopir Dump Truck, Husen (35).

Meski berhasil mengidentifikasi korban tewas dan korban luka dari insiden itu, Polres Kutai Barat belum bisa menyimpulkan penyebab terjadinya musibah tersebut. "Saya belum bisa menerangkan kronologis kejadian itu karena saya masih dalam perjalanan ke lokasi kejadian. Kita akan selidiki," tutupnya.


(asp/asp)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    47%
    Kontra
    53%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel