Aksi demo petani Paraguay berakhir rusuh
Para petani tak berlahan menduduki properti di Canindeyu.
Pejabat pemerintahan Paraguay menyatakan tujuh petugas polisi dan setidaknya sembilan petani tak berlahan tewas dalam bentrokan.
Seorang juru bicara kepolisian mengatakan petugas mereka ditembak mati saat mencoba mengusir petani tak berlahan yang menduduki sebuah properti di timur Paraguay.
Dokter setempat mengatakan lusinan polisi dan petani lainnya mengalami luka-luka.
Pemilik properti di provinsi Canindeyu mengatakan sekitar 100 keluarga petani tak berlahan ini telah menginvasi tanah mereka sejak tiga pekan lalu.
Para petani ini mengklaim bahwa lahan tersebut diambil secara ilegal saat pemerintahan militer Jenderal Alfredo Stroessner berkuasa tahun 1954-1989.
Menurut mereka lahan tersebut kemudian dibagikan kepada para sekutu Alfredo Stroessner.
Penyergapan mendadak
Menteri Dalam Negeri Carlos Filizzola kepada wartawan menjelaskan insiden bentrokan tersebut.Polisi masuk, mencoba untuk mengevakuasi tempat. mengusir orang keluar, dan kemudian ada tembakan ke arah polisi. Sejak saat itu, bentrokan terjadi, kata Carlos Filizzola, yang kemudian mengundurkan diri dari jabatannya akibat insiden ini.
Kepala kepolisian Paulino Rojas juga mundur pasca insiden yang menewaskan belasan orang tersebut.
Sementara seorang pejabat kepolisian, Walter Gomez mengatakan, polisi menyergap kawasan hutan.
Dia mengatakan tidak memperkirakan akan terjadi kekerasan dan menginginkan adanya negosiasi dalam proses penggusuran yang damai.
Sementara itu pemimpin petani tak berlahan Jose Rodriguez kepada radio lokal mengatakan mereka yang terbunuh adalah petani yang lugu, anggota gerakan tak berlahan, yang memutuskan untuk bertahan dan melawan.
Presiden Paraguay Fernando Lugo telah memerintahkan militer untuk mengintervensi.
"Semua kekuatan dikerahkan untuk menciptakan kembali keamanan dan ketenteraman kawasan tersebut, katanya dalam sebuah keterangan pers.
Kongres Paraguay dan Senat juga akan menggelar sidang istimewa untuk memutuskan apakah akan menyatakan kawasan tersebut dalam keadaan gawat darurat.
(bbc/bbc)
-
Senin, 20/05/2013 16:05 WIB
PM Li Keqiang berkunjung ke India
-
Senin, 20/05/2013 13:37 WIB
Pendidikan Bahaya Pornografi Sejak Dini
-
Senin, 20/05/2013 12:56 WIB
Rod Steward nomor satu di Inggris
-
Senin, 20/05/2013 12:09 WIB
Korut diminta jamin pembebasan kapal Cina
-
Senin, 20/05/2013 11:41 WIB
Sinar matahari ringankan penyakit asma
-
Selasa, 21/05/2013 02:36 WIB
Curi Infaq di Masjid Istiqlal Pekanbaru, Andi Babak Belur Dihajar Warga
-
Selasa, 21/05/2013 03:21 WIB
Kurangi Isi Tabung Gas, 2 Pengecer di Lampung Ditangkap Polisi
-
Selasa, 21/05/2013 01:38 WIB
Kunjungi Longsor PT Freeport, Rombongan DPR Masuk Sampai Terowongan
-
Selasa, 21/05/2013 03:05 WIB
Suryadharma: Caleg PPP Memang Tidak Punya Uang, Tapi Harus Tetap Solid
-
Senin, 20/05/2013 14:05 WIB
4 Sentilan Pedas Sefti terhadap Selingkuhan Fathanah
-
Senin, 20/05/2013 07:21 WIB
Kisah Luthfi Hasan di Tukang Cukur
-
Selasa, 21/05/2013 02:11 WIB
Kemendikbud Ajukan Anggaran Rp 829 miliar untuk Kurikulum 2013
-
Senin, 20/05/2013 07:41 WIB
Jimat Aneh Raja Klewang
-
354 Komentar
-
234 Komentar
-
228 Komentar
-
210 Komentar
-
206 Komentar
-
203 Komentar
-
174 Komentar
-
162 Komentar
-
Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal
- Rp 2,837.000
- Rp .000
-
Senin, 20/05/2013 18:44 WIB
PPATK: Fathanah Alirkan Dana ke 40 Lebih Perempuan
-
Senin, 20/05/2013 18:17 WIB
JK Sayangkan Au San Suu Kyi yang Pasif Soal Kekerasan di Rohingya
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks

.gif)
Kenikmatan nasi goreng khas Indonesia juga tak bisa disangkal Mikhail Kouritsyn. Setiap mampir ke Indonesia, orang Rusia ini takkan lupa menyantapnya.
Dalam Forum Newsmaker Thomson Reuters di Singapura, beberapa waktu lalu, SBY lebih memilih pembangunan yang tak melulu tergantung pada sistem kapitalisme (pasar bebas) atau sosialisme (anti pasar). Jalan ketiga yang menjadi antithesis dari keduanya dianggap SBY lebih pas untuk konteks Indonesia.

