detikcom
Sabtu, 16/06/2012 07:42 WIB

Butuh Komitmen Kuat dari Generasi Muda untuk Tolak Korupsi

Moksa Hutasoit - detikNews
Jakarta - Sejumlah anak muda terpaksa harus berurusan dengan hukum akibat kasus korupsi yang mereka lakukan. Butuh komitmen kuat dari generasi muda untuk bisa melawan budaya korupsi yang makin merajela.

Mantan Pimpinan KPK, Haryono Umar, mengakui jika memang banyak sekali godaan yang bisa membuat generasi muda terseret korupsi. Godaan itu bisa dari luar maupun dalam.

"Tapi seharusnya kita bisa menolaknya. Jika kita melatih diri menolak 1-3 kali godaan, kita bakal lebih terlatih," jelas Haryono saat berbincang, Sabtu (16/6/2012).

Jika di birokrat, seorang PNS seringkali mendapat tekanan dari atasannya. Mulai dari intervensi yang lembut hingga kasar. Seorang generasi muda juga seringkali mudah terbuai akan materi dan ingin segera bisa mendapatkannya.

"Jika ingin menghasilkan sesuatu, kerja lebih giat lagi dong, harus lewat keringat. Ingin kaya itu nggak bisa kaya sulap yang langsung jadi," pinta Haryono.

Dihubungi secara terpisah, Peneliti Pusat Kajian Anti Korupsi (PUKAT) UGM, Oce Madril, menjelaskan jika kini korupsi memang sudah merasuki segala sendi kehidupan. Dan sistem rekrutmen politik yang terlampau bebas juga bisa menjadi penyebab maraknya korupsi saat ini.

"Untuk bisa masuk ke kekuasaan sekarang bisa siapa saja. Padahal problemnya itu ada di kekuasaan. Contoh saja Anas (Urbaningrum), dulu sebelum masuk di KPU dan Parpol, dia sangat bersih. Tapi sekarang, namanya disebut-sebut terus," beber Oce.

Meski berbagai cara sudah dilakukan, korupsi ternyata masih saja terjadi di segala bidang. Yang menyedihkan, korupsi kini juga marak oleh generasi muda.

Nama-nama seperti Angelina Sondakh, Dhana Widyatmika, Muhammad Nazaruddin hingga Gayus Tambunan, dalam beberapa bulan terakhir ini terus mendominasi pemberitaan dengan kasus korupsi mereka. Tapi tahukah, ada persamaan di dalam mereka.

Rata-rata usia nama tersebut saat ini di bawah 40 tahun. Bahkan Neneng Sri Wahyuni, istri Nazaruddin yang baru saja ditangkap KPK adalah kelahiran 15 Februari 1982 silam.

Dari data yang coba dikumpulkan, Angie diketahui lahir pada 28 Desember 1977 (34 tahun). Dhana lahir 3 Maret 1975 (37 tahun), Gayus masih berusia 32 tahun, Nazaruddin 33 tahun. Sedangkan Wa Ode Nurhayati dan Neneng saat ini berumur 30 tahun.

(mok/mok)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel