detikcom
Sabtu, 16/06/2012 06:14 WIB

Dua Mahasiswa Luwu Kena Tembakan Senjata Kawannya

Muhammad Nur Abdurrahman - detikNews
Makassar - Dua mahasiswa asal Luwu tertembak oleh senjata rakitan dari kelompoknya sendiri saat hendak melakukan penyerangan ke asrama mahasiswa Bulukumba, Jl Baji Gau, Makassar, pukul 01.00 Wita. Beruntung aksi penyerangan ini bisa digagalkan kepolisian.

Rencana penyerangan ini digagalkan oleh puluhan personel kepolisian dari Polrestabes Makassar dan Polsek Tamalate, di Jl Andi Mappaodang, Sabtu (16/6/2012). Saat hendak dibubarkan, beberapa orang mahasiswa masih sempat menembakkan senjata api rakitannya.

Akibatnya, dua rekan mereka justru terkena peluru di bagian pinggang. Keduanya dilarikan ke rumah sakit Dr Wahidin Sudirohusodo untuk menjalani perawatan.

Dalam penghadangan yang dilakukan polisi ini, sebanyak 11 mahasiswa berhasil diamankan, bersama sepeda motornya yang dipakai untuk menyerang dan beberapa bilah anak panah, senjata api rakitan. Saat diamankan, beberapa mahasiswa sempat jadi bulan-bulanan warga jalan Andi Tonro yang kesal dengan aksi preman mereka

"Saat diamankan, beberapa mahasiswa kedapatan membawa anak panah dan ketapelnya, serta senjata api rakitan, belasan mahasiswa ini kemudian kami bawa ke Mapolrestabes untuk menjalani pemeriksaan," ujar Kabag Ops Polrestabes Makassar, AKBP Hotman.

Penyerangan ini adalah aksi balas dendam dari serangan sebelumnya yang diduga dilakukan mahasiswa Bulukumba di Asrama Mahasiswa Luwu. Rentetan aksi bentrokan dari dua kabupaten di Sulawesi Selatan ini diduga dipicu dendam kesumat yang terjadi di kampus Universitas Muhammadiyah Makassar. Pada 18 Mei 2012 asrama Bulukumba di jalan Malengkeri hangus dibakar oleh ratusan mahasiswa Luwu.

(mna/mok)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
      Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
      Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    59%
    Kontra
    41%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel
    MustRead close