Sabtu, 16/06/2012 05:27 WIB

Anggota Tim Sukses Hidayat-Didik Dilaporkan Kasus Penipuan

E Mei Amelia R - detikNews
Jakarta - Seorang pengusaha percetakan, Simon Pakpahan melaporkan MS, yang diduga anggota tim sukses pasangan Cagub dan Cawagub DKI, Hidayat Nur Wahid dan Didik Rachbini ke Polda Metro Jaya. MS dilaporkan atas dugaan menipu 7 vendor dalam pengadaan logistik untuk keperluan kampanye pasangan Cagub dan Cawagub itu.

Peristiwa bermula ketika Simon dikenalkan dengan MS yang mengaku sebagai kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kepada Simon, MS menawarkan ikut dalam proyek pengadaan atribut kampanye Pilkada untuk pasangan Hidayat Nur Wahid-Didik Rachbini.

"Dia meminjam bendera saya dari perusahaan saya agar lolos. Saya beri dia surat kuasa sebagai direksi untuk proyek ini saja," ujar Simon di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (15/6/2012).

Simon yang menjabat Dirut di PT Ferdi Graha Teknik pun tertarik. Ia kemudian melibatkan 7 vendor di dalam pengerjaan proyek tersebut.

Setelah itu, akhirnya PT Ferdi Graha Teknik dan pihak PKS meneken surat pre order pada tanggal 6 Maret 2012. Dalam kontrak tersebut, kader PKS Nasrullah yang melakukan perjanjian dengan MS. Sementara MS selaku direktur di PT Ferdi Graha Teknik.

"Surat perjanjian ini tertulis di atas surat dengan kop surat PKS DKI Jakarta dan ditandatangani Nasrullah selaku Ketua Logistik di situ dan Direktur PT Ferdi Graha Teknik yang di situ ditulis MS sedangkan saya sendiri jadi saksi di situ," paparnya.

Adapun pesanan PKS yakni 3 juta lembar kaos bertulisan 'Hidayat-Didik', 200 ribu umbul-umbul, dan 300 ribu spanduk. Nilai proyek tersebut mencapai Rp 58 miliar.

"Pembayarannya waktu itu memang nggak ada DP. Jadi kalau barang sudah selesai, maka PKS akan bayar. Kami waktu itu percaya karena dia mengaku dekat dengan pendiri PKS, saya sudah ke kantornya dan ke rumahnya juga," imbuhnya.

Namun, setelah proyek tersebut selesai, MS justru menghilang dan sulit dihubungi. Hingga akhirnya Simon mendatangi kantor PKS untuk mengklarifikasi masalah proyek ini.

"Tapi setelah kita datang ke sana, mereka mengaku tidak kenal dengan MS, tapi belakangan mereka ngaku itu kadernya. Tapi PKS tidak mau tanggung jawab katanya itu urusan kami dengan MS," tuturnya.

Tidak hanya itu, Simon juga 'mengejar' Nasrullah untuk meminta klarifikasi. "Tapi kemudian setelah kita kroscek ke Pak Nasrullah, dia katakan bahwa tanda tangan dia tidak seperti itu," katanya.

Sadar bahwa ia telah tertipu, Simon akhirnya melaporkan MS ke. Polda Metro Jaya. Dalam laporan resmi bernomor LP/2057/VI/2012/PMJ/Ditreskrimum, MS dilaporkan atas tuduhan pasal 378 KUHP tentang penipuan.

Sebelumnya, MS sendiri juga sudah dilaporkan oleh Nasrullah dalam kasus penipuan juga terkait pemalsuan perjanjian logistik kampanye. Dalam surat perjanjian itu, tertera logo PKS, alamat kantor DPW PKS dan stempel yang berbeda dengan stempel, alamat, serta logo partai asli milik PKS. Nasrullah melaporkan kasus ini ke Polda Metro Jaya pada Kamis (14/6) kemarin. Laporannya dicatat dengan nomor: LP 2036 VI 2012 PMJ Ditreskrimum.
(mei/mok)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 21/05/2013 11:43 WIB
      15 Tahun Reformasi
      Emha Ainun Nadjib: Reformasi Itu Omong Kosong
      Gb Budayawan Emha Ainun Nadjib berada di pusaran arus perubahan kekuasaan 1998. Dia adalah salah satu tokoh yang dengan lantang meminta Presiden Soeharto mengundurkan diri dari jabatannya. Tapi reformasi yang terjadi sampai saat ini, kata dia, palsu belaka. Mengapa?
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    88%
    Kontra
    12%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel