Sabtu, 16/06/2012 03:23 WIB

Neneng Bisa Jadi Amunisi KPK untuk Bongkar Kasus Hambalang

Moksa Hutasoit - detikNews
Jakarta - Setelah berbulan-bulan menjadi buron, Neneng Sri Wahyuni akhirnya bisa ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Keberadaan Neneng diharapkan jadi amunisi baru KPK untuk selesaikan kasus Hambalang.

Peneliti Pusat Kajian Anti Korupsi (PUKAT) Universitas Gadjah Mada, Oce Madril, menjelaskan jika istri M Nazaruddin itu memiliki informasi yang banyak mengenai sepak terjang Permai Group. Neneng pun dianggap juga punya data yang cukup soal Hambalang.

"Dia kan dengan Nazaruddin sama, jadi pasti Hambalang ngerti juga," jelas Oce saat dihubungi, Jumat (15/6/2012).

Penyidik KPK diharapkan segera bisa menuntaskan kasus yang menjerat Neneng, pengadaan PLTS di Kemenakertrans. Namun, Neneng juga bisa dijadikan pintu masuk untuk bisa membongkar proyek-proyek yang dikerjakan oleh Permai Group.

"Dia (Neneng) kan Direktur Keuangan di Grup Permai. Perusahaan ini kan berkaitan dengan Angie (Angelina Sondakh), Nazaruddin dan proyek Hambalang," jelasnya.

Meski demikian, Oce ragu jika Neneng mau bekerja sama dengan KPK untuk membongkar kasus yang lain. Semakin Neneng membeberkan data-data baru, Nazaruddin dan dirinya bisa terseret banyak kasus.

"Publik berharap Neneng bisa jadi justice collaborator," tandasnya.

(mok/gah)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
      Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
      Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    74%
    Kontra
    26%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel