Sabtu, 16/06/2012 00:02 WIB
Pasangan Suami Istri asal Sulsel Tipu Dokter IDI
Aksi tipu daya kedua pelaku ini terungkap setelah Dokter Slamet B, yang namanya dicatut pelaku melapor ke Polda Metro Jaya. Pasangan suami istri ini diciduk pada Sabtu (2/6) pukul 15.30 Wita di rumah keduanya di Desa Lakoro, Kecamatan Belawa, Kabupaten Wajo, Sulawesi Utara.
"B mengaku sebagai dokter SB, membuat sebuah skenario seminar tentang peningkatan mutu tenaga kerja kesehatan yang akan diselenggarakan pada tanggal 2-3 Juni di Nusa Dua, Bali, dengan sponsor dari IDI," jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Rikwanto kepada wartawan di Jakarta, Jumat (15/6/2012).
Dari pengembangan kedua tersangka, polisi menangkap tiga tersangka lain yakni S (26), H alias AR (33) dan N (35). Ketiganya berperan turut serta, menyediakan rekening penampung.
Modus yang dilakukan tersangka yakni dengan cara mengirimkan pesan singkat (SMS) ke para dokter di seluruh Indonesia dengan mengatasnamakan Ketua dan Sekjen IDI, menawarkan simposium kedokteran di Bali. Tersangka mencantumkan nomor telepon yang bisa dihubungi untuk mendapatkan uang transportasi dan akomodasi.
"Setelah dihubungi nomor yang dicantumkan dalam SMS tersebut oleh para dokter, maka pelaku menggiring korban ke mesin ATM," katanya.
Celakanya, pelaku memerintahkan korban mengikuti panduan pelaku untuk memasukkan kode-kode di mesin ATM tersebut. Rupanya, kode tersebut adalah untuk mentransfer uang ke rekening pelaku.
Setelah itu, pelaku kemudian mengirimkan SMS yang menyatakan bahwa undangan untuk simposium tersebut bisa diambil pada hari Senin di ruangan Dokter Slamet.
"Disertai berbagai macam undangan ke para dokter yang sudah mereka siapkan sebagai tujuan dan dilengkapi sesuai standar dan format sesuai manajemen di IDI," katanya.
Rikwanto mengatakan, beberapa dokter di IDI terpedaya dengan aksi tipu-tipu para tersangka ini. Di antaranya adalah Dr WR yang kehilangan uang Rp 13 juta dan Dr I yang juga kehilangan uang sebesar Rp 50 juta.
Kasubdit Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya AKBP Audie Latuheru menduga, dokter lain yang menjadi korban penipuan masih banyak. Berdasarkan catatan di buku tersangka, ada ratusan nomor milik dokter-dokter se-Indonesia.
"Tapi sementara sesuai laporan korban 5 orang, perkembangannya muncul dokter-dokter lain yang alami kerugian. Kerugian dari 5 orang berkisar Rp 70-100 juta," katanya.
Audie mengatakan, pihaknya masih mendalami keterangan tersangka tentang dari mana nomor dokter tersebut didapat. Menurut keterangan sementara, nomor para dokter didapat dari hasil pencarian di internet.
"Mereka googling di internet nomor-nomor rumah sakit, kemudian menelepon ke rumah sakit tersebut dan meminta kontak nomor dokter-dokter dengan mengaku sebagai dokter juga tentunya," jelas Audie.
Pun halnya dengan format undangan seminar, didapat dari hasil pencarian di mesin pencari google. "Format surat bisa didapat dengan mudah, di google search, dan sebagainya," ujarnya.
Kanit III Subdit Cyber Crime Polda Metro Jaya Kompol Heril mengatakan aksi penipuan ini terungkap setelah adanya laporan dari Dr Slamet.
"Karena simposium itu tidak terlaksana, dokter-dokter yang menjadi korban kontak ke IDI, menjelaskan ada SMS mengatasnamakan Dr Slamet, lalu Dr Slamet laporkan ke Polda pada tanggal 1 Februari 2012, sehingga muncul nama dokter-dokter lain," jelas Heril.
Dari hasil penyelidikan, polisi akhirnya menangkap para pelaku. Heril menjelaskan peranan masing-masing tersangka. "Tersangka B adalah otaknya, dia yang SMS ke korban-korban" katanya.
Sementara tersangka S membantu menyediakan laptop untuk mencari-cari nomor telepon para dokter yang ditipu, serta mengetahui kegiatan penipuan dan menerima hasil kejaharan dari tersangka B. Sementara tersangka H ikut serta mencarikan nomor telepon untuk kegiatan suaminya itu.
"Sedangkan tersangka AR dan N menyediakan rekening untuk menampung hasil kejahatan. Para pembantu ini mendapatkan kebagian 20 persen," ujarnya.
Dari para tersangka, polisi menyita 15 unit handphone, 3 unit laptop, 2 unit modem, 70 kartu ATM dan 9 buku rekening bank, 1 bundel dokumen catatan berisi nomor telepon dosen IAIN Sunan Ampel Surabaya dan Dokter RSUD Moewardi Surakarta serta uang sebesar Rp 2,6 juta.
Para pelaku dijerat pasal 378 KUHP dan atau pasal 310 KUHP dan 311 KUHP dan atau Pasal 27 ayat (3) jo Pasal 45 ayat (1) dan atau pasal 28 ayat (1) jo pasal 45 ayat (2) UU RI No 11 Tahun 2008 tentang ITE.
Sementara itu, DR dr Dollar SH MH MM, Ketua Biro Hukum Pembinaan dan Pembelaan Anggota IDI DKI Jakarta menyampaikan apresiasinya terhadap polisi yang telah menangkap pelaku.
"Memang teman sejawat sudah banyak kena masalah seperti ini. Saya imbau teman sejawat kalau ada hal-hal semacam ini dikonfirmasikan ke IDI pusat atau cabang. Kalau simposium itu tidak per sms tapi per surat," kata Dollar.
(mei/mok)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Kelamin Abdul Dipotong NN dengan Cutter
723 share this. -
51 Orang Tewas Akibat Tornado di Oklahoma
608 share this. -
Wanita Pemotong Kelamin Abdul: Saya Dipaksa Berhubungan Intim
603 share this. -
21 Mei 1998 Soeharto Tumbang, Apa Kabar Gelar Pahlawan?
555 share this. -
Nasib UN SD Ditentukan Bulan September
513 share this.
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru
Indeks Berita ยป
-
Selasa, 21/05/2013 21:14 WIB
Perusahaan Pemenang Proyek Simulator Awalnya Bisnis Tutup Botol
-
Selasa, 21/05/2013 20:51 WIB
Pembunuh SPG Cantik di Semarang Berhasil Dibekuk
-
Selasa, 21/05/2013 20:48 WIB
Sukotjo Bambang Serahkan Bukti Baru Kasus Simulator SIM ke KPK
-
Selasa, 21/05/2013 20:45 WIB
Kisah Syaifullah Menyelundupkan Narkoba Timor Leste-Jakarta (2-habis)
-
Selasa, 21/05/2013 20:25 WIB
Kisah Syaifullah Menyelundupkan Narkotika dari Timor Leste ke Jakarta (1)
-
Selasa, 21/05/2013 20:03 WIB
Kasus Pencucian Uang Luthfi, KPK Bisa Panggil Paksa Darin Mumtazah
-
Selasa, 21/05/2013 20:49 WIB
Pembunuh SPG Cantik di Semarang Berhasil Dibekuk
-
Selasa, 21/05/2013 18:54 WIB
Ibunda Darin Sempat Sebut ke Tetangga Menantunya dari Jeddah
-
Selasa, 21/05/2013 19:59 WIB
Pria Tanpa Kepala Ditemukan di Tol Cikampek, Diduga Korban Tabrak Lari
-
Selasa, 21/05/2013 17:30 WIB
Kata Ibunda ke Tetangga: Biarin Darin Dikawinin, Daripada Dia Hidup Susah
-
Selasa, 21/05/2013 20:23 WIB
Melihat Alat Tempur KRI Slamet Riyadi
-
Selasa, 21/05/2013 20:06 WIB
Nasib Dua Dosen Hukum Unpad yang Diduga Plagiat Ditentukan Senin Depan
-
Selasa, 21/05/2013 17:15 WIB
Kisah Keluarga Darin yang Berubah Drastis Setelah Mengenal Luthfi
-
359 Komentar
-
236 Komentar
-
229 Komentar
-
211 Komentar
-
211 Komentar
-
210 Komentar
-
175 Komentar
-
162 Komentar
-
Selasa, 21/05/2013 11:43 WIB
15 Tahun Reformasi
Emha Ainun Nadjib: Reformasi Itu Omong Kosong
Budayawan Emha Ainun Nadjib berada di pusaran arus perubahan kekuasaan 1998. Dia adalah salah satu tokoh yang dengan lantang meminta Presiden Soeharto mengundurkan diri dari jabatannya. Tapi reformasi yang terjadi sampai saat ini, kata dia, palsu belaka. Mengapa?
ProKontra
Index »
Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal
Pro
Kontra
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,845.000
- Rp .000
MustRead
close
-
Selasa, 21/05/2013 15:48 WIB
Ayo Lunasi Biaya Naik Haji Mulai 22 Mei Sampai 12 Juni
-
Selasa, 21/05/2013 15:35 WIB
Sohibul Iman Bicara Solusi Penyelamatan PKS
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








_5.gif)






Kenikmatan nasi goreng khas Indonesia juga tak bisa disangkal Mikhail Kouritsyn. Setiap mampir ke Indonesia, orang Rusia ini takkan lupa menyantapnya.
Dalam Forum Newsmaker Thomson Reuters di Singapura, beberapa waktu lalu, SBY lebih memilih pembangunan yang tak melulu tergantung pada sistem kapitalisme (pasar bebas) atau sosialisme (anti pasar). Jalan ketiga yang menjadi antithesis dari keduanya dianggap SBY lebih pas untuk konteks Indonesia.
