Jumat, 15/06/2012 11:40 WIB
Cucu KH Ahmad Dahlan, Pendiri The Halal Science Center Thailand
Winai Dahlan (tengah) bersama tim KBRI
Winai Dahlan yang berdarah 100 persen Indonesia ini lahir dan besar di Thailand. Kedua orangtuanya asli dari Indonesia. Kedua orangtua Winai telah menetap di Bangkok, Thailand sejak 1930-an untuk berdakwah.
Besar di Thailand, Winai yang rendah hati ini menempuh pendidikan yang baik. Bahkan, dia kemudian mendapat gelar doktor di bidang Biologi Medikal Terapan dari Universite Libre de Bruxxelles, Belgia dengan predikat magna cum laude. Kini Winai menjadi peneliti dan pengajar di Faculty of Allied Health Sciences pada Chulalongkorn University, salah satu universitas tertua di Thailand.
Sebagai cucu pendiri organisasi Islam terbesar kedua di Indonesia dan juga sesuai dengan keilmuan yang dimilikinya, Winai sangat serius dalam meneliti produk makanan dan minuman halal. Kehalalan produk makanan dan minuman yang akan dikonsumsi merupakan hal yang sangat penting bagi umat Islam.
Pada 1994, Winai mengembangkan teknik analisa mengenai halal food dengan metode-metode yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Inisiatif mulia tersebut disambut baik oleh Chulalongkorn University yang pada tahun 2004 dengan mendirikan The Halal Science Center, Chulalongkorn University (HSC-CU) dengan dukungan Pemerintah Kerajaan Thailand. Pusat ini merupakan salah satu badan penelitian pertama di dunia dengan spesialisasi bidang sains halal food. Tujuan pendiriannya adalah untuk membantu Komite Islam Thailand dalam melaksanakan misinya, terutama dalam sebagai Halal Certification Agency.
Dalam melakukan tugasnya, HSC-CU membangun jaringan dan kerjasama dengan laboratorium sains halal lain di dunia untuk kepentingan umat dan ilmu pengetahuan. Selain itu, HSC-CU telah berperan aktif memimpin Working Group on Halal Products and Services (HAPAS) dalam kerangka Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT).
Pendirian HSC-CU di Thailand ini sangat menarik. Sebab, HSC-CU didirikan di negara Thailand yang dihuni tak lebih dari 3 juta muslim atau hanya sekitar 4,6% dari 66 juta total penduduk Thailand.
Kiprah Dr. Winai Dahlan dalam dunia sains dan penelitian halal food sangat menonjol ketika pada tahun 1994 beliau mengembangkan teknik analisa untuk mendeteksi tingkat kontaminasi pada makanan halal di laboratorium Faculty of Allied Health Sciences pada Chulalongkorn University, salah satu universitas tertua di Thailand.
Sebagai tokoh sentral dalam pendirian HSC-CU, Winai diangkat sebagai Direktur HSC-CU tersebut sejak tahun 2008 hingga kini. Berdasarkan dedikasi dan karya penelitiannya yang sangat berguna tidak hanya bagi umat Islam tetapi juga bagi Kerajaan Thailand dan dunia ilmu pengetahuan pada umumnya, Dr. Winai sebagai seorang ilmuwan dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Thailand telah dianugerahi Dusdee Mala Medal, medali tertinggi dari Raja Thailand.
Beberapa hari lalu, sesuai keterangan persnya yang diterima detikcom, Jumat (15/6/2012), pihak KBRI di Bangkok telah bersilaturahmi dan bertemu Winai. Kesederhanaan dan kerendahan hati Dr Winai ini tampak sangat jelas ketika menerima Tim KBRI Bangkok yang dipimpin oleh Bob Tobing, Kabid Pensosbud KBRI Bangkok di HSC-CU, Bangkok. Pertemuan ini sendiri merupakan bagian dari upaya mensukseskan acara Conggress of Indonesian Diasporas, di Los Angeles, California, 6-8 Juli 2012 mendatang.
Dengan segala keramahtamahannya, Winai bersedia berbagi pengalaman bahwa meskipun kelompok diaspora Indonesia di Thailand terbilang kecil, namun mereka dapat hidup dengan baik di Thailand, tanpa ada diskriminasi. Darah Indonesia yang mengalir dalam tubuhnya, juga tidak membuat Dr. Winai lupa akan akar budaya dan asal usulnya.
"Beliau sangat berterima kasih dan berbangga menjadi bagian dari diaspora Indonesia," tulis KBRI Bangkok dalam rilisnya.
Di akhir pertemuan dengan KBRI Bangkok, Winai Dahlan memanjatkan doa untuk kesejahteraan bangsa Indonesia dan seluruh masyarakat Indonesia di mana pun berada.
(asy/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Polri Tugasnya untuk Kemanusiaan, Bukan Berbisnis!
812 share this. -
PPATK: Fathanah Alirkan Dana ke 40 Lebih Perempuan
614 share this. -
Duh! Gadis 16 Tahun di Australia Diperkosa Bergiliran oleh 3 Pria
570 share this. -
Wanita Muda di Semarang Ditemukan Tewas dengan Luka di Tubuhnya
527 share this. -
Ini 3 Hakim Agung yang Kalahkan Konglomerat Swedia Pemilik IKEA
418 share this.
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Tokoh Terbaru
Indeks Tokoh ยป
-
Senin, 20/05/2013 11:41 WIB
Yusianto, Pencicip Kopi Bersertifikat Internasional Pertama di Indonesia
-
Jumat, 03/05/2013 15:39 WIB
Markamah, Ibu Guru yang Tak Lelah Berjuang di Sekolah Marjinal
-
Kamis, 02/05/2013 13:02 WIB
Ustad Soenman, Stand Up Comedian Kocak dari PKS
-
Kamis, 02/05/2013 11:05 WIB
Beteguh, Guru Belia di Hutan Belantara dan Mimpi-mimpi Besarnya
-
Jumat, 26/04/2013 10:19 WIB
Luigi Pralangga dan Serunya Jadi Staf Lapangan Misi Perdamaian PBB
-
Senin, 20/05/2013 21:34 WIB
Pelaku yang Diduga Potong Alat Kelamin Abdul Muhyi Seorang Perempuan
-
Senin, 20/05/2013 21:23 WIB
Polisi Tangkap Pelaku yang Diduga Potong Alat Kelamin Abdul Muhyi
-
Senin, 20/05/2013 20:27 WIB
Pesawat Malaysia Airlines Hampir Salah Mendarat di Bandara Kuala Namu
-
Senin, 20/05/2013 22:07 WIB
Selisih 23 Suara, Romi-Harno Menangkan Kursi Wali/Wawali Kota Palembang
-
Senin, 20/05/2013 21:09 WIB
Warga Klender Minta Jokowi Selesaikan Sengketa Tanah di Gusti Ngurah Rai
-
Senin, 20/05/2013 20:59 WIB
Dirjen Pajak Minta KPK Usut Pengakuan Tersangka Suap Eko Darmayanto
-
Senin, 20/05/2013 22:31 WIB
Otoritas Bandara Selidiki Malaysia Airlines yang Hampir Salah Mendarat
-
Senin, 20/05/2013 19:23 WIB
KPK: Data Oknum PKS yang Terima Dana dari Fathanah Akan Dibuka di Sidang
-
353 Komentar
-
234 Komentar
-
228 Komentar
-
214 Komentar
-
208 Komentar
-
206 Komentar
-
201 Komentar
-
174 Komentar
-
Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
ProKontra
Index »
Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal
Pro
Kontra
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,837.000
- Rp .000
MustRead
close
-
Senin, 20/05/2013 17:00 WIB
Dituding Singkap Rok Siswi SD, FS Mengaku Bantu Bukakan Sepatu
-
Senin, 20/05/2013 16:41 WIB
Terkait Fathanah, Tri Kurnia Kembalikan Uang Rp 400 Juta ke KPK
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer


.gif)





_5.gif)





Kenikmatan nasi goreng khas Indonesia juga tak bisa disangkal Mikhail Kouritsyn. Setiap mampir ke Indonesia, orang Rusia ini takkan lupa menyantapnya.
Dalam Forum Newsmaker Thomson Reuters di Singapura, beberapa waktu lalu, SBY lebih memilih pembangunan yang tak melulu tergantung pada sistem kapitalisme (pasar bebas) atau sosialisme (anti pasar). Jalan ketiga yang menjadi antithesis dari keduanya dianggap SBY lebih pas untuk konteks Indonesia.

