Detik.com News
Detik.com
Kamis, 14/06/2012 18:02 WIB

Api di Kantor Satlantas Polresta Medan Padam, Ruang Pimpinan Hangus

Khairul Ikhwan - detikNews
Api di Kantor Satlantas Polresta Medan Padam, Ruang Pimpinan Hangus Khairul Ikhwan/detikcom
Medan - Api yang membakar gedung Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Medan, mulai padam sekitar pukul 17.30 WIB, Kamis (14/6/2012). Sejauh ini belum ada keterangan resmi dari polisi terkait penyebab kebakaran.

Kerusakan terparah terlihat di lantai dua gedung. Sekitar 9 ruangan yang ada di atas musnah terbakar. Di antaranya ruangan Kasatlantas berikut ruang ajudan, ruang Wakil Kasatlantas, musala, ruang Kepala Unit Kecelakaan (Kanit Laka), ruang Kepala Urusan Operasi (Kaur Ops), dan ruang administrasi kecelakaan.

Kendati api sebagian besar sudah padam, petugas pemadam kebakaran masih berada di lokasi. Mobil pemadam kebakaran masih terus berdatangan, termasuk milik TNI Angkatan Udara.

Kapolda Sumut, Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro sudah berada di lokasi kebakaran. Dia memantau proses pemadaman api bersama Kapolresta Medan Kombes Pol Monang Situmorang.

Keduanya belum memberikan keterangan terkait dugaan penyebab kebakaran, maupun kerugian akibat kebakaran ini.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(rul/try)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%