BBC Indonesia
Kamis, 14/06/2012 08:37 WIB

Air di Gaza tak aman dikonsumsi

BBCIndonesia.com - detikNews

Laporan menyebutkan kerusakan perang mengakibatkan sanitasi buruk dan krisis air

Laporan dari sejumlah organisasi kemanusiaan menyebutkan sumber air satu-satunya di Gaza berbahaya untuk diminum karena terkontaminasi pupuk tanaman dan limbah manusia.

Kedua organisasi itu, Save the Children dan Medical Aid for Palestinians mengatakan jumlah anak-anak yang dirawat karena diare naik dua kali lipat dalam lima tahun.

Mereka mengatakan blokade lima tahun Israel di wilayah itu tidak memungkinkan masyarakat setempat mendapat peralatan sanitasi penting.

Blokade itu harus dicabut "sepenuhnya", kata mereka.

Laporan berjudul, Anak-Anak Gaza: Tertinggal Jauh, itu menuturkan adanya kandungan nitrat dan kontaminasi zat lain dalam level tinggi di persediaan air utama.

Nitrat, ditemukan dalam tinja dan pupuk, terkait dengan meningkatnya kasus diare pada anak-anak sejak blokade terjadi.

Selain itu, laporan tersebut juga menyalahkan kerusakan akibat perang dan kurangnya investasi.

Keluarga-keluarga yang putus asa mulai beralih ke sumber air swasta, tanpa menyadari bahwa air itu juga terkontaminasi, seringkali 10 kali batas aman.

Sistem pembuangan di Gaza "rusak parah."

Wartawan BBC di Jerusalem Wyre Davies mengatakan bahwa Israel bersikeras blokade di Gaza telah berkurang dalam beberapa bulan terakhir.

Menurut Israel, mereka mengizinkan masuknya logistik dan bahan bangunan untuk merekonstruksi infrastruktur di Gaza dalam jumlah lebih banyak.

Tetapi laporan itu mengatakan apa yang dilakukan Israel masih kurang.

"Dalam hal prioritas untuk kesehatan dan kesejahteraan anak-anak di Gaza, Israel harus mencabut blokade sepenuhnya untuk memungkinkan orang dan barang bergerak bebas keluar dan masuk dari Gaza," kata laporan tersebut, sekaligus menyerukan komunitas internasional dan Otoritas Palestina serta donatur bantuan untuk melakukan lebih banyak lagi.

(bbc/bbc)



Berita Terbaru Indeks Berita ยป
  • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
    50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
    Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
    Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
ProKontra Index »

Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
Pro
46%
Kontra
54%
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
MustRead close