detikcom
Kamis, 14/06/2012 06:49 WIB

Pengacara: Nazar Kaget Neneng Disebut Ditangkap KPK

Ferdinan - detikNews
Jakarta - Muhammad Nazaruddin kaget istrinya Neneng Sri Wahyuni disebut ditangkap tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kepada tim kuasa hukumnya, Nazar menyebut istrinya kooperatif dan berniat menyerahkan diri ke KPK.

"Nazar sudah kita beritahu. Dia bilang lucu kesannya istrinya ditangkap, padahal istrinya punya niat baik. Nazar kaget, karena tanpa dijemput pun, Ibu Neneng akan diantar ke KPK," kata Rufinus Hutahuruk saat dihubungi, Kamis (14/6/2012).

Rufinus menyebut pihaknya telah berdiskusi dengan Nazar sejak 2 hari lalu untuk mempersiapkan kepulangan Neneng dari Malaysia. "Kami sudah minta keluarga yang mengetahui dimana Ibu Neneng untuk antar pulang. Makanya kita kaget ada istilah ditangkap di Pejaten, kenapa enggak di Malaysia atau di Bandara Soetta," imbuhnya.

Menurutnya, Nazar ataupun keluarganya belum berencana menjenguk Neneng yang masih diperiksa di Gedung KPK sejak kemarin sore. "Belum berencana melihat Ibu Neneng. Nazar pesannya silakan saja kalau ingin berhadapan dengan hukum, jangan kesannya ditangkap dan jangan dipelintir," pungkasnya.

Neneng ditetapkan sebagai tersangka pada kasus korupsi pengadaan PLTS di Kemenakertrans. Pada 2008 itu Neneng diduga berperan sebagai perantara atau broker proyek. Proyek PLTS senilai Rp 8,9 miliar tersebut dimenangkan PT Alfindo yang kemudian disubkontrak kepada beberapa perusahaan lain. KPK menemukan kerugian keuangan negara sebanyak Rp 3,8 miliar dalam proyek tersebut.




(fdn/ndr)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
68%
Kontra
32%